Trik meningkatkan pengunjung di blog

Blog September 29th, 2010

tabel1

Saya yakin setiap bloger memiliki visi dan misi masing masing pada blognya . Tidak sedikit seorang bloger yang memanfaatkan blognya sebagai hoby , ajang komunitas , tempat pelampiasan unek unek di kepala , atau bahkan sebagai media pemasaran ( iklan ) produk yang dapat menambah rupiah di rekening atau paypal bloger . Setelah menuliskan di dalamnya tentu dengan konsekuensi tulisan tersebut akan di baca oleh pengguna internet di seluruh pelosok dunia . Yang sangat di sayangkan , begitu banyaknya pengguna internet di dunia tapi sangat sedikit dari mereka yang mengunjungi blog kita . Terutama bagi bloger dengan misi menghasilkan uang , hal ini sangat perlu di perhatikan .

Berdasarkan pengalaman pribadi , saya ada beberapa trik untuk meningkatkan jumlah pengunjung pada blog yang diantaranya :

  1. Satu tema satu blog . Blog yang hanya memiliki satu tema cenderung lebih ramai pengunjung , dan akan lebih mempermudah pengunjung untuk menemukan blog kita di  mesin pencari . Kalau seorang pengunjung pernah singgah di blog kita dan menyadari bahwa isi blog tersebut satu tema , besar kemungkinan di lain kesempatan ia akan mengunjungi blog kita dengan kata kunci yang sama pada awal berkunjung . Tema pada blog bisa saja puisi , tutorial ilmu komputer , pembelajaran bahasa , software gratis , dan lain sebagainya . Saya bisa melihat blog saya sendiri pada tema puisi ( sastra pujangga ) dan bahasa ( korean grammar ) yang memiliki jumlah pengunjung antara 400 - 500 perhari dengan page view 560 - 600 perhari , sangat berbeda sekali dengan blog ini ( blog catatan ) yang memang hanya sebagai tempat pelampiasan unek unek kepala . Untuk mendapatkan pengunjung 50 perhari saja mesti tapa brata .
  2. Tema postingan update . Tema postingan update yang saya maksud di sini , tema tersebut selalu di butuhkan pengunjung sampai kapanpun . Meskipun selang waktu ketika posting begitu lama , postingan ini masih tetap menghasilkan pengunjung . Berbeda sekali dengan postingan yang sifatnya berita terbaru , postingan ini hanya akan menghasilkan banyak pengunjung pada saat berita tersebut masih hangat di bicarakan . Ketika berita meredup pengunjung pun berkurang dan merasa tema tersebut basi .
  3. Judul postingan menarik . Judul sangat mempengaruhi ketertarikan pengunjung untuk singgah di blog kita . Dalam pelajaran bahasa indonesia sendiri di sebutkan perlu adanya tema dan judul menarik pada sebuah karangan . Judul yang menarik itu bisa menimbulkan rasa penasaran kepada calon pembaca untuk membaca tulisan kita , meskipun calon pembaca ini belum mengetahui apakah isi tulisan kita cukup menarik atau tidak . Serasa percuma saja kalau isi tulisan kita begitu menarik dan penting , tapi judul yang di sajikan kurang menarik calon pembaca untuk membacanya . Berbeda sekali dengan isi tulisan yang sepele tapi menampilkan judul yang begitu menarik , calon pembaca akan membacanya meskipun saya sendiri tidak yakin apakah pembaca tersebut merasa kecewa setelah membaca tulisan itu . Saya ada sebuah judul yang setiap harinya tidak luput dari pengunjung , saya rasa judul ini cukup membuat calon pembaca merasa penasaran ” 4 ibu ibu bugil di depan anak 12 tahun ” , padahal postingan tersebut saya selipkan beberapa nilai yang dapat di ambil hikmahnya dan postingan tersebut hanya sebagai partisipasi lomba saja yang Al Khamdulillah membawakan hadiah .
  4. Membuat link pada postingan . Link pada sebuah postingan akan merangsang mesin pencari untuk menampilkan blog kita di halamanya . Kita bisa membuat postingan yang sifatnya saling berkaitan dan melinkan postingan tersebut di postingan lainnya . Saya sering mendengar trik yang seperti ini malahan akan meningkatkan SEO blog . Kalau blog kita kuat di mesin pencari , besar kemungkinan pengunjung atau pembaca blog kita tidak hanya dari kalangan bloger saja , melainkan dari kalangan manapun yang merasa membutuhkan tulisan kita

4 Trik yang saya sampaikan di sini berdasarkan pengalaman pribadi , kalau mungkin sampeyan ada tambahan trik trik lain, bisa di tambahkan . Atau mungkin ada yang menambahkan ” banyak blogwalking , dengan begitu akan mendapat kunjungan balik dan komentar dari blog yang telah di kunjungi ” , bisa ,… itu juga bisa saja . Boleh di coba , gratis ( untuk jaringan koneksinya tetap bayar ) .

Tidak menikah , pacaran untuk seumur hidup

Budaya, Renungan, aspirasi, luar negeri September 25th, 2010

Saya rasa rasanya iri melihat begitu banyaknya pasangan yang romantis . Kalau keromantisan itu di lakukan oleh pasangan muda yang belum menikah , saya rasa sangat bisa di maklumi dan saya sendiri tidak harus iri melihat hal yang sudah biasa itu . Tapi yang saya irikan di sini , saya sering di sajikan pemandangan keromantisan yang di lakoni pasangan setengah baya bahkan seumuran kakek nenek . Pemandangan seperti ini yang membuat kedua mata saya tercengang , penasaran ingin tau apa  yang menjadi rahasia kelanggengan mereka .

Di korea , memang bukan hal yang  aneh kalau mendapati pasangan setengah baya atau kakek nenek begitu mesranya layaknya anak ABG . Masa pacaran mereka pertahankan sampai jenjang tua . Saya melihat mereka sangat menikmati indahnya masa pacaran itu , seakan tidak mau kalah dengan anak muda sekarang  . Peduli setan sama yang namanya malu , mereka tetap melakukan keromantisan layaknya ABG itu di manapun dan kapanpun mereka bertemu , di taman , kereta , bus . Bergandeng tangan , bercanda , berpelukan , bahkan berciuman di tempat umum mereka jalani seperti tanpa adanya rasa risih sedikitpun. Entahlah , saya sendiri juga tidak tau apakah itu memang sudah menjadi kebudayaan mereka atau memang karena mereka sudah terhanyut oleh keasyikannya .

Mendapati pemandangan yang langka seperti ini tentu saja saya iri , dan penasaran ingin tau apa yang menjadi rahasia romantisnya masa tua mereka . Kenyataan berkata lain , tidak seperti apa yang saya pikirkan .Keromantisan mereka yang di jalani selama ini ternyata tanpa adanya ikatan pernikahan , oh my god . Saya hanya bisa menggelengkan kepala setelah banyak bertanya kesana kemari selama ini . Saya tidak habis pikir , mereka ingin menikmati masa pacaran sepenuhnya tapi komitmen tanpa menikah , lha terus,…. ?

Sampeyan ingin tau kira kira apa alasan dan penjelasan mereka melakukan hal itu ? mempertahankan romantika masa pacaran tanpa melakukan pernikahan ? . Kebetulan di tempat kerja saya , ketiga atasan operator mesin ” tidak menikah ” . Selama ini mereka tetap bisa menikmati indahnya ” anugerah pernikahan ” tanpa harus menikah , dan memang seperti itu yang mereka inginkan . Ketika di tanya kenapa tidak menikah , ” sekarang apa tujuan dari menikah itu ? melakukan hubungan biologis dan memiliki anak , tanpa menikahpun itu bisa kami lakukan . Menikah hanya akan menambah beban kehidupan saja . Menghidupi anak bukan masalah sepele dalam kehidupan , jerih payah kami akan ludes untuk kebutuhan yang satu ini , anak . ”

Bagaimana dengan masa tua ? siapa yang akan merawat ? ” Asuransi masa tua yang menjamin hari tua kami , kami memiliki dana pensiun dari perusahaan , asuransi mobil , rumah dan bahkan asuransi masa tua . Semua itu akan menjamin hari tua kami , setiap bulan kami membayar untuk tunjangan masa tua . ”

Bagaimana kalau sewaktu waktu mengalami kesepian , siapa yang akan menemani ? ” Di sini lokalisasi di legalkan , tidak susah mencari teman untuk sekedar menghibur . Bayangkan kalau kita memiliki istri , mereka juga di sibukkan dengan pekerjaanya dan tidak ada waktu untuk menghibur kita , melayani hubungan biologis kita sewaktu waktu mereka sering mengeluh . Lagi pula mencari teman untuk sekedar menghibur tidaklah mahal , masih mahalan kalau punya istri “.

Kenapa pihak orang tua mengijinkan untuk melakukan semua itu , apa tidak malu ? ” Kamu belum tau ya,…? di korea ada tahapan untuk menjalani pernikahan , yang pertama tunangan . Di tahap ini kami hanya boleh bertemu dan berpacaran seperti anak anak muda yang kamu lihat selama ini . Tahap selanjutnya ” yakun ” , kalau sudah memasuki tahapan yakun kami boleh tinggal serumah , belajar menjalani persiapan rumah tangga . Kami juga di perbolehkan melakukan layaknya suami istri ( bersetubuh ) dengan konsekuensi tidak hamil . Pada tahapan inilah yang sangat menyenangkan , maka dari itu mayoritas orang lebih suka mempertahankan tahap ini dari pada tahap selanjutnya , menikah . Kami bisa menikmati apa yang di namakan ” anugerah pernikahan ” di tahap ini , kami senantiasa bisa mempertahankan romantisnya masa berpacaran sampai tua sekalipun ”

Read the rest of this entry »

Buruh bertampang pelajar

aspirasi, luar negeri September 23rd, 2010

Saya terkadang heran sendiri , apakah tampang saya ini masih patut sebagai tampang pelajar ?. Setelah saya berkaca dan amati dalam dalam , rasa rasanya terlalu jauh kalau di bilang sebagai tampang pelajar , mungkin seperti langit tingkat tujuh dan sumur kering malahan . Sudah jelas muka saya di sini begitu kelihatan berumur ( kerut tua ) , masih saja di katakan sebagai pelajar , wah .

Entahlah dari sisi mana mereka menilai kalau saya ini pelajar , padahal kenyataanya adalah buruh kasar . Mayoritas awal dari setiap perkenalan saya dengan teman teman , mereka menebak kalau saya ini mahasiswa . Hal yang serupa juga terjadi di dunia maya , awal pertemanan tebakannya pasti sebagai pelajar . Dan yang paling membuat saya heran , orang korea sendiri juga menebak hal yang sama , duh . Kalau di dunia maya yang sering di tanyakan di awal perkenalan adalah seperti ini ” kamu di sana kuliah ya ? “ ha,…. kuliah ?  duit siapa ? boro boro kuliah di sini di luar negeri , bisa kuliah di negeri sendiri saja sudah bersyukur , mungkin tidak bakal datang ke sini malahan . Barangkali saja maksudnya adalah ” kuli spasi ah ” –> kuli ah , nah kalau ini baru tebakan yang benar .

Seperti pada kejadian barusan di kereta bawah tanah , saya terlibat pembicaraan dengan sekelompok TKI dan beberapa orang korea sepulang menghadiri pengajian umum tadi siang . Posisi saya berdiri dengan telinga di tutupi headset dari ipod , seakan tidak peduli apa yang mereka bicarakan . Saya amati sekelompok TKI ini kewalahan menjawab berbagai pertanyaan dari beberapa orang korea , mungkin saja bahasa korea mereka masih belum lancar . Saya masih saja menikmati alunan lagunya group band FT Island , ketika memasuki topik mengenai budaya di Indonesia , dan kepenguasaan bahasa inggris , saya melepas head set . Sekilas saya mendengar bahwa mereka ternyata adalah china korea , saya langsung angkat bicara dan apa yang terjadi ? . Entahlah tiba tiba saya begitu nyrocos ngalor ngidul ngomongnya , spontan perhatian orang sekitar pada kami .

Wah , rasa rasanya seperti menjadi pahlawan saja . Jangan salah dulu !, saya berani nyrocos seperti itu karena mereka china korea dan bahasa yang saya pakai juga bahasa mandarin  campur bahasa korea . Dari mulai tanya ini dan itu sampai juga mereka bilang seperti ini ” Kamu pelajar ya ? “ what,… ? pelajar ? ah ngacau banget ini orang . Saya bilang kalau saya ini hanya buruh , sama halnya seperti mereka . Dan yang membuat muka saya ini merah padam , mereka bilang ” untuk ukuran tenaga kerja asing , bahasa mandarin dan bahasa korea kamu sangat luar biasa bagusnya “ hayyyah ini orang tidak memberi kesempatan muka saya putih toh ,…. sudah merah begini dari tadi . Yang membuat saya tambah dan tambah heran lagi , kenapa juga sekelompok TKI tadi masih bertanya kepada saya ” mas , sampeyan pelajar ya ? “ duh ,… pada hal sudah saya katakan kepada orang china korea tadi kalau saya juga buruh biasa .

Read the rest of this entry »

Apalah arti sebuah nama ?

Budaya, Renungan, aspirasi September 21st, 2010

“ Apalah arti sebuah nama ? ” , miris rasanya kalau bertanya nama seseorang jawaban yang di terima seperti itu . Saya kurang paham apakah jawaban yang di lontarkan itu memang karena orang itu tidak tau arti namanya , atau memang lupa namanya , atau jangan jangan sudah tidak peduli dengan identitasnya sendiri , duh ….

Sudah ngobrol ngalor ngidul , dari masalah umum hingga pribadi bahkan rencana usaha di kampung halaman , sudah sewajarnya saya menanyakan nama lawan bicaranya ini . ” Maaf mas , kalau boleh tau siapa namanya , saya khoirul huda “,  mendadak perasaan ini jadi campur aduk menerima jawaban “ apalah arti sebuah nama ? ” . Mendengar jawaban seperti itu , saya jadi berpikiran negatif tentang dia . Apakah dia tidak begitu menghendaki pertemuan dan pembicaran ini , hanya menganggap pertemuan dan pembicaraan ini sebagai angin lalu saja . Saya jadi meragukan kebenaran dari semua yang di ceritakanya , berkesan tidak ada lagi pertemuan di lain waktu nanti .

Saya pribadi menilai bahwa nama itu penting , terlepas sebagai identitas diri , nama juga sebagai ” stempel penghargaan ” dari orang tua . Orang tua tidak mungkin sembarangan memberikan nama kepada anaknya , dari arti nama itu sendiri sebagai harapan sang orang tua kepada anaknya , bahkan sampai waktu yang bertepatan dengan hari kelahiran sang bayi . Kalau memang sang orang tua tidak terlalu menghiraukan arti sebuah nama , kenapa tidak di berikan nama ” bandit ” atau yang lainnya saja . Pada kenyataanya sampai detik ini saya belum menemukan nama seseorang dengan nama ” bandit ” , kalaupun ada itu bukanlah sebagai ” stempel penghargaan “  dari orang tua , melainkan  berstatus sebagai nama keren ( nick name ) .

Tidak sedikit orang tua sudah mempersiapkan sebuah nama untuk sang calon bayi jauh sebelum hari kelahirannya . Atau bahkan mereka sudi jauh jauh mendatangi kediaman wong pinter untuk sekedar meminta pendapat apa nama yang cocok untuk sang bayi . Harapan pertama orang tua kepada anak bisa juga di tentukan dari arti nama itu sendiri .

Terus terang saja saya kesal bin jengkel kalau bertanya nama  seseorang , lantas di jawab ” apalah arti sebuah nama ” , seolah kurang menghargai kedua orang tua selaku pemberi nama . Mereka begitu serius dan mempersiapkannya dengan penuh perhitungan , tidak main asal stempel saja . Kalau  sampai sekarang masih belum tau arti nama kita , bisa di tanyakan kepada orang tua apa arti dari sebuah nama kita dan dengan alasan apa  mereka memberikan stempel itu kepada kita . Saya di sini merasa jengkel kalau mendengar  jawaban ” apalah arti sebuah nama ” , jadi bukan berarti orang lain tidak seperti saya jika mengalami hal yang sama . Apa susahnya menyebutkan nama ?, apa terbesit niat tidak baik sampai sungkan menyebutkan nama sendiri di hadapan orang lain kalau memang di tanyakan . Jika  memang menginginkan orang lain merasa jengkel , ya monggo silahkan di jawab apalah arti sebuah nama , tapi saya rasa memperlakukan orang lain seperti halnya kita ingin di perlakukan oleh orang lain itu akan lebih baik .

Berawal sebagai gaya gaya saja , blog menjadi tempat sampah

Blog September 17th, 2010

Kalau di tanya alasan pertama kenapa saya ngeblog ,maka jawabanya adalah biar kelihatan keren :D . Maklum untuk ukuran wong ndeso seperti saya ini , bisa memiliki suatu blog adalah tambahan nilai plus tersendiri walaupun belum sepenuhnya mengerti tentang blog . Jadi semakin membahas mengenai blog dan teknologi maka semakin kentara sotoy dan gapteknya. Itu bisa di lihat dari isi postingan dan tampilan blog ini .  Berawal dari tujuan ngeblog sebagai gaya gaya saja , sekarang lumayan asyik dengan ngeblog itu sendiri . Searah dengan itu semua ,  visi dan misi blog inipun mulai berubah, bahkan mulai sedikit menemukan arti pentingnya ngeblog .

Ketika bingung kemana harus membuang sampah sampah di otak pentium 2 saya ini, blog menjadi sasaran empuk sebagai pelampiasan . Banyak hal yang tidak mungkin di ungkapkan secara terbuka sesama teman sekitar , atau di tuliskan di media sosial lain sejenis facebook dan twitter tapi  bisa di tulis secara bebas di blog .  Meskipun bebas , bukan berarti bebas menulis seenak perut saya sendiri  . Dan yang perlu saya  garis bawahi , blog bukanlah buku diare . Sebagai author , tidak mesti menuliskan apa apa yang di alami dan di rasakannya . Saya lebih sering memanfaatkan blog ini sebagai tempat sampah unek unek di kepala , jadi sampeyan tidak usah heran kalau mayoritas isi dari tulisan blog catatan ini adalah sampah . Kalaupun ada sebagian yang mengatakan bahwa  blog catatan ini hanya sampah belaka , saya tanggapi dengan kepala dingin . Lagi pula kenapa harus tersinggung dengan ungkapan seperti itu kalau kenyataanya memang tempat sampah unek unek kepala .

Mungkin ada sebagian bloger yang merasa was was ketika mepublikasikan postingannya . Kekhawatiran itu muncul kalau saja tulisanya itu di baca orang sekitar , teman kantor , family atau orang yang tercantum di dalam tulisannya itu . Saya rasa tidak perlu merasa khawatir kalau yang kita tuliskan adalah kebenaran . Menulis berdasarkan apa yang kita lakukan , yang kita rasakan dan pikirkan akan serasa sangat menyenangkan , tanpa melakukan kebohongan di dalam blog itu sendiri . Atau juga blog yang bersifat kritikan , kenapa mesti khawatir kalau itu memang kenyataan, toh juga tidak mencemarkan nama baik dan merugikan pihak tertentu . Kalaupun memang ada kebohongan di dalam blog , itu juga hak author dan saya yakin author juga ingin memberikan nilai arti atau hikmah tersendiri kepada pembaca blognya . Blog saya ini , sudah hampir seluruh keluarga sering membacanya , terutama adik . Malahan mereka sering ngeledek seperti ini ” Mas ,… keren lho blog sampeyan ,… ajarin toh mas !!!! sekalian manfaatin buat ngasilin duit di internet ” , dan saya hanya bilang kalau blog ini hanya tempat pelampiasan unek unek di kepala , tidak jauh beda dengan tempat sampah .

Read the rest of this entry »

Mahalnya biaya hidup , minimnya pendapatan

Ekonomi, aspirasi September 13th, 2010

Rasa rasanya harga kebutuhan pokok semakin lama semakin mencekik leher , sementara jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia begitu terbatas membuat semakin nyata susahnya menjalani hidup ini . Kalaupun ada lowongan pekerjaan , untuk memasukinya pun mesti melewati seleksi yang begitu ketatnya  dan mungkin gaji yang di terima juga kurang begitu mendukung untuk kebutuhan hidup sehari hari . Mahalnya biaya kebutuhan hidup ini tidak sebanding dengan penghasilan pada umumnya , harga kebutuhan terus melonjak sampai ke ubun ubun sedangkan gaji masih biasa biasa saja tidak mengalami kenaikan .

Setiap pada periode menjelang dan sesudah lebaran seperti ini , sudah dapat di pastikan harga kebutuhan pokok melambung tinggi . Hal seperti ini sudah menjadi kegiatan musiman , tidak perlu di herankan lagi . Kapan harga harga akan turun seperti semula , itu hanya ada di dalam mimpi saja . Sekali naik , tidak ada harapan lagi untuk turun dan hal ini membuat beban di kepala saya semakin tambah mumet , padahal yang namanya kebutuhan hidup tidak hanya sandang dan pangan saja . Masih banyak kebutuhan kebutuhan lain yang perlu di tutup , terlebih lagi soal biaya pendidikan , makin tidak karuan saja .

Untuk biaya pendidikan ketiga adik saya yang sekarang di bangku kuliah semester 5 , kelas 3 MA , dan kelas 4 SD dengan anggaran 2 juta perbulan saja masih mepet gedek , duh … Padahal ketiga adik saya ini mengenyam pendidikannya di daerah yang ndeso . Saya tidak habis pikir kira kira berapa biaya hidup yang mesti di keluarkan kalau hidup di kota metropolitan . Al Khamdulillah saja kedua orang tua saya bekerja sebagai petani , paling tidak untuk beras , sayur sayuran , dan buah buahan tidak harus beli di pasar dan kakak ipar bekerja di kongsi ikan , jadi hampir setiap hari kakak ipar saya ini selalu melengkapi sajian makan kami . Tidak terbayang bagi saya , kalau semuanya mesti beli , apa uang dengan nominal segitu bisa memenuhi kebutuhan sehari sehari . Padahal seingat saya , untuk mencari pekerjaan dengan gaji segitu susahnya membuat tekor .

Read the rest of this entry »

Lebaran Kok Malah Sedih

Religi September 7th, 2010

Rasa rasanya baru kemaren menjalankan puasa Ramadhan , tanpa di sadari waktu begitu cepat berlalu dan tanpa begitu disadari juga  3 kali lebaran tidak bersama keluarga besar di kampung halaman tercinta Demak . Setelah pada periode pertama harus rela merayakan hari raya Idul Fitri tanpa keluarga selama 3 kali berturut turut , dan sekarang waktu seperti itupun terulang lagi untuk yang kedua kalinya , besar kemungkinan untuk periode kedua ini akan merasakan hal yang sama selama 5 kali berturut turut malahan .

Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang begitu di nanti nanti seluruh umat muslim di dunia ini , termasuk saya salah satunya . Di hari itu bisa di katakan merupakan puncak kemenangan dan kebahagiaan , terlebih bisa merayakannya bersama sanak keluarga di rumah . Bagaimana dengan saya di sini yang merayakannya tidak bersama keluarga ? Hanya bisa membayangkan hirup pikuk suasana lebaran di kampung halaman tercinta , merindukan masa masa seperti itu . Maaf kalau di sini saya harus mengatakan ” sedih ” bila hari yang fitri itu tiba , alasannya sudah jelas , saya tidak bisa menikmati kebahagiaan di hari yang fitri itu bersama keluarga di rumah . Ketika suara takbir bergema lewat layar monitor ini , saya hanya bisa meneteskan air mata . Saya tidak tau lagi sebenarnya sudah berapa dalam rasa kerinduan ini untuk berkumpul bersama keluarga , untuk merayakan hari hari yang begitu fitri bersama mereka .

Sebagai salah satu umat muslim , rasa rasanya tidak sopan kalau saya mengatakan hari raya idul fitri itu merupakan titik  ” kesedihan ” bagi saya dengan alasan egois saya sendiri . Saya menyadari apa yang telah saya rasakan saat ini sudah merupakan keputusan saya di masa lalu , dan saya juga harus komitmen dengan keputusan  ini . Memang semuanya beresiko , termasuk seperti inilah resiko yang harus saya hadapi .

Dengan penuh keyakinan apa yang saya katakan ” kesedihan ” ini , merupakan kesedihan penuh keindahan , penuh kenikmatan , dan ” kesedihan ” yang saya tulis dengan embel embel tanda petik ini merupakan bagian dari kebahagaiaan itu sendiri . ” Kesedihan “  merindukan bisa merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga di rumah , bersilaturrokhim ke tetangga , ” kesedihan ini saya anggap bentuk lain dari kebahagian yang di berikan Tuhan kepada saya . Bahwasanya ketika waktu telah tiba , maka di situ saya tidak bisa membayangkan bagaimana luapan kebahagiaan hati saya , karena saya pergi untuk kembali , dan tentu bisa merayakan hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di rumah.

Di sini saya khoirul huda selaku author blog catatan mengucapkan ” Selamat Hari Raya Idul Fitri , Minal Aidin Wal Faidzin , mohon maaf lahir dan batin. Bila mana ada kesalahan dari saya selaku author blog ini , baik yang di sengaja maupun tanpa di sengaja mohon sekiranya di maafkan “