TKI menjadi pelajar bea siswa ?

6 Jan 2011

Terinspirasi oleh obrolan singkat dengan sahabat blogerhusin via facebook dan saya pikir tidak ada salahnya menuliskannya di sini .

Huda : hahay ,… salam kenal ya sin ha ha ha

Husin : btw , u di korea ..beasiswa kuliah atau memang kerja ya huda…?

Huda : Ha ha TKI sin ,… sama dg TKI pada umumnya ^_^

Husin : sekalian kuliah aja disana cari beasiswa huda..?

Huda : oh susah sin ,… dulu rencananya mmg gitu , eh setelah sampe sini ternyata g semudah membalikkan telapak tangan ,… mesti ngurus visa lg n pulang k indonesia dulu , g bs rangkap .

Tapi apakah benar seorang TKI seperti saya bisa menjadi pelajar atau bahkan pelajar beasiswa ? . Bisa , hanya saja seperti yang saya katakan kepada husin , “tidak semudah membalikkan telapak tangan “. Berdasarkan informasi yang saya kantongi , saya ada 2 alternatif untuk mendapatkan status pelajar selagi masih bekerja sebagai TKI di Korea Selatan .

Pertama , mengikuti program lembaga pendidikan yang berstatus di akui .

  • Program ini gratis , tanpa di pungut biaya seperserpun . Biasanya di biayai oleh misioneris dan shelter ( nama / lembaga tempat pengaduan warga negara asing ) .
  • Materi yang di sampaikan : bahasa inggris dan bahasa korea , sastra korea dan kebudayaan korea ( guide ).
  • Jam belajar : hari libur ( sabtu dan minggu ) kurang lebih 4 jam per harinya.
  • Setelah lulus akan di berikan sertifikat . Dengan sertifkat ini , cukup bisa mengantar kita menjadi pengajar di yayasan atau universitas di Indonesia . ( itu mungkin kalau rektornya saya )

Kekurangannya , menurut saya program ini ” berbau ” penyebaran agama tertentu . Jadi kalau mengikuti program ini , pondasinya mesti kuat . Saya sendiri juga belum seutuhnya yakin apakah program semacam ini murni di sebut kegiatan belajar mengajar atau ada unsur lain di baliknya . Kalau tertarik cukup mencari informasinya di kantor shelter terdekat . Biasanya akan ada selebaran yang di bagi bagikan pada saat pembukaan kelas baru . Kalau tidak salah hanya berlaku untuk visa E9 .

Kedua , mengikuti ujian bea siswa . Informasi ujian ini bisa di dapatkan di lembaga pendidikan tertentu dan shelter . Kita cukup mengerjakan soal ujian yang di berikan . Kalau lulus dan lolos , berarti beasiswa sudah di tangan dan mesti pulang ke tanah air terlebih dahulu untuk mengurus visa . Proses semuanya di mulai dari awal . Merubah visa yang dulunya visa kerja menjadi menjadi visa pelajar , dan mesti mengurus tetek bengek lainnya . Hal semacam inilah yang saya tidak suka , karena visa tidak bisa langsung di alihkan dari visa kerja menjadi visa pelajar dan mesti pulang ke tanah air . Hanya saja , keuntungan dari program ini adalah kegiatan belajar mengajarnya di universitas dan tentunya tanpa embel embel misi penyebaran agama . Kalau memang TKI seperti saya ini ingin mengambil program ini , harus tapa brata terlebih dahulu untuk mengambil keputusan . Apakah kerja atau kuliah .

Sekarang bagaimana kalau seorang pelajar ingin menjadi tenaga kerja seperti saya ini ? . Sangat mudah sekali , cukup berhenti dari kegiatan belajarnya dan mencari pekerjaan yang membutuhkan tenaga ilegal . Lho kok tenaga ilegal ? ya , spontan saja status tidak lagi pelajar , melainkan tenaga kerja ilegal dan selamat menikmati ” permainan petak umpet “ dengan polisi imigrasi . Hitung hitung , menjadi tenaga kerja ilegal juga merupakan pelajaran yang tidak di dapatkan di bangku kuliah dan bahan skripsi . Dan lagi , ” permainan petak umpet ” ini akan menguji bagaimana melihat dan memanfaatkan peluang . Tapi kalau belum apa apa sudah ketangkap petugas imigrasi , ya jangan salah . Itu sudah menjadi resikonya . Resiko tentunya di tanggung penumpang .


TAGS Catatan Kesempatan Kerja TKI Korea bea siswa ke luar negeri bea siswa ke korea selatan bea siswa alternatif TKI menjadi pelajar TKI mendapatkan bea siswa cara mendapatkan bea siswa ke korea selatan alternatif TKI mendapatkan bea siswa di korea selatan


-

Author

Follow Me