Sisi lain korea selatan

Ekonomi, aspirasi, luar negeri Mei 10th, 2011

” Etos kerja orang Jepang adalah 5 kali lipat dari etos kerja orang Indonesia , sedangkan etos kerja penduduk Korea Selatan adalah 3 kali lipat dari etos kerja penduduk Jepang . Kesimpulanya , untuk bisa seperti Korea Selatan yang sekarang ini , penduduk Indonesia mesti meningkatkan etos kerjanya 15 kali lipat dari etos kerja saat ini ” . Kurang lebih seperti itu kata teman saya , secara pastinya saya sendiri masih belum yakin . Salah satu stasiun televisi swasta Indonesia juga pernah memberitakan bahwa Korea Selatan merupakan negara tercanggih kedua di bidang teknologi dan sarana informatika . Tidak hanya itu , saya juga pernah membaca di berita online yang menuliskan bahwa pendapatan perkapita penduduk korea selatan adalah kisaran 30 juta rupiah perbulanya . Ironisnya , di negeri yang penuh prestasi seperti itu masih banyak juga adanya pemandangan pengemis dan gelandangan .

Sedikit berbeda dengan pengemis dan gelandangan di Indonesia . Di Indonesia mereka ada mungkin karena memang minimnya lapangan pekerjaan dan itu sebagai ” pekerjaan ” . Pakaian yang di kenakan kucel dan kotor . Merata disegala umur , dari anak anak hingga manula . Keberadaanya selalu di kejar kejar petugas satpol PP . Sementara di sini di Korea Selatan mereka ada karena malasnya mereka bekerja , bahkan tidak jarang mereka ” ngetamp ” di tempat selebaran lowongan kerja . Pakaian ? bersepatu , lumayan rapi , sesekali berkacamata hitam . Tidak jarang bermodalkan alat musik untuk sekedar menghibur ” pengiba ” . Selama di sini saya belum pernah menemukan pengemis dan gelandangan berusia muda atau anak anak . Semua dari yang saya temui , mereka adalah berusia lanjut . Di manapaun mereka berada , mereka tanpa ada rasa takut di jaring petugas ketertiban . Hanya saja di beberapa tempat keramaian ada tulisan himbauan untuk tidak memberi uang kepada mereka .

Saya sendiri punya penilaian kurang mengenakkan terhadap pengemis dan gelandangan di sini . Sudah 2 kali saya memergoki pengemis yang paginya mengemis dan malamnya mabuk mabukkan . Bahkan pada pengalaman pertama saya langsung kena batunya . Kepala saya pernah di pukuli seorang pemabuk tua di pinggiran toko . Dengan nada ” sok pinter ” dia bercerita jalan jalan sukses pengusaha Korea Selatan . Berlagak seperti pahlawan ia katakan kalau kami ( tenaga kerja asing ) mesti berterima kasih kepadanya karena mengurangi angka kemiskinan di negara kami . Anehnya , minggu paginya ia mengemis di stasiun kereta bawah tanah . Saya ingat betul wajah itu , dan tidak akan melupakanya .

Pengalaman kedua di stasiun yang berbeda . Baru pagi harinya memberi seadanya kepada pengemis , sore harinya langsung di kejutkan oleh suara lantang marah marah tidak karuan , ngomel sana sini tidak ada arti , tangan sebelah memegang botol minuman keras . Dalam hati saya mengatakan ” bukankah itu pengemis yang tadi pagi ” . Aneh , dan bener bener aneh . Dari kejadian ini , saya tekadkan untuk sedikit mengamati kegiatan mereka dan lingkungan sekitarnya . Tidak jauh berbeda dengan Indonesia ternyata , di sini sasaran mereka adalah orang asing ( tenaga kerja asing ) yang kurang begitu mengenali mereka . Sementara warga Korea Selatan sendiri , sedikit sekali ( hampir tidak pernah ) yang memberikan iba kepada pengemis ini .

Kalau ingin tau seperti apa kegiatan mereka ( pengemis dan gelandangan ) , coba pagi pagi sampeyan datang ke stasiun kereta bawah tanah setempat dan langsung menuju halaman belakang . Di situ sampeyan akan di kejutkan pemandangan sisi lain dari Korea Selatan . Bagaimana mereka menikmati sisa hidup mereka , dan bagaimana mereka menutupi ” kebutuhanya ” . Dengan kata lain , pengemis tidak hanya di temukan di Indonesia saja . Di negara maju yang seperti ini , pengemis dan gelandangan juga tumbuh subur . Berbeda sekali dengan China , kalau sampeyan ke China coba sampeyan amati pernahkan sampeyan menemukan pengemis ??

Saya di sini hanya menuliskan apa adanya saja , tidak saya tutup tutupi dan juga tidak saya lebih lebihkan . Secara kebetulan yang saya lihat di sini seperti ini . Lain waktu kalau saya menemukan hal hal yang baik , maka akan saya tulis ” baik ” . Teman saya sendiri bilang , kalau saya terlalu banyak mengurusi hal hal yang tidak penting , tidak ada untungnya di kepala dan di masa depan . Dan saya tidak tahu , apakah tulisan seperti ini terasa penting dan bermanfaat bagi sampeyan .

By language we are master the world

aspirasi, luar negeri Januari 1st, 2011

By language we are master the world ” , kalimat ini pertama kali saya baca di tempat saya kursus bahasa inggris . Kalau di artikan berdasarkan pentium 2 saya , kurang lebihnya seperti ini ” dengan bahasa kita adalah penguasa dunia ” . Benar tidaknya kalimat itu , saya sendiri kurang mengerti . Kalimat ini begitu jelas terpampang di atas pintu masuk tempat kursus ” multi language excellent course ” ( bukan nama sebenarnya ) . Lewat multi language excellent course ini , saya mencoba membuktikan kebenaran arti dari kalimat “by language we are master the world ” itu. Yayasan ini juga yang memberi kesempatan saya untuk menjajal bea siswa ke luar negeri . Bisa di katakan juga yayasan inilah yang menjembatani saya sampai negeri tirai bambu China , Taiwan ROC ( Republik of china ) , dan yang terakhir negeri gingseng Korea Selatan ini . Dari pengalaman hidup di luar negeri seperti ini ,saya merasa kebenaran arti kalimat by language we are master the world semakin terbukti .

Pernahkah terpikirkan di benak sampeyan akan seperti apa jadinya hidup di negara atau tempat tertentu tanpa penguasaan bahasa setempat ?. Kalau tidak menguasai , setidaknya mengerti apa yang di maksudkan lawan bicara . Bahasa di sini berfungsi sebagai alat komunikasi sehari hari , sebagai jembatan yang menghubungkan dan mengungkap apa yang di rasa dan di pikirkan . Bagaimana bisa sejalan kalau tanpa adanya komunikasi . Sesuatunya akan sulit di searahkan tanpa yang satu ini , bahasa . Saya rasa tidak hanya di luar negeri saja , pemahaman bahasa juga sangat di perlukan di daerah daerah yang memiliki perbedaan bahasa .

Entah percaya atau tidak itu terserah sampeyan , faktor utama dan pertama terjadinya masalah yang di alami oleh TKI adalahbahasa . Kurangnya pemahaman bahasa seperti ini sering menimbulkan missed komunikasi , dan buntut buntutnya adalah kekerasan yang sering kita dengar dan tonton di layar televisi . Kalau ingin membenahi itu semua , point pertamanya adalah pematangan bahasa setempat . Saya yakin dengan bahasa ,tinggal di manapun tidak ada masalah . Di manapun tempatnya , serasa seperti tempat tinggal sendiri dengan catatan bisa berkomunikasi dan di ikuti adaptasi .

Saya menulis seperti itu bukan lantaran saya menguasai bahasa lho , khususnya bahasa internasional bahasa Inggris .Kalau sampeyan bertanya kepada saya seberapa dalam kepenguasaan saya tehadap bahasa Inggris , maka jawaban saya ” blepotan ” , lho kok bisa ? . Semenjak SMA nilai bahasa inggris saya selalu jeblok , itu mungkin karena ketika tes saya tidak bisa menyontek dan kamusnya terlalu tebal untuk di sembunyikan dari mata pengawas ujian .

Terakhir kali saya ngobrol lama menggunakan bahasa Inggris yaitu dengan warga Jerman di bandara internasional Hongkong . Anehnya lagi , sepertinya tidak merasa kesulitan melafalkanya atau mungkin orang bule itu tidak menyadarinya atau jangan jangan tau tapi hanya di simpan dalam hati saja . Tapi yang membuat saya heran , orang bule ini bilang bahasa Inggris saya bagus dan setiap bertemu warga negara Indonesia , hampir seluruhnya mahir berbahasa Inggris . Mungkin yang di katakannya itu terkecuali saya . Kalau memang benar apa yang di katakannya , saya jadi bertanya tanya kepada diri saya sendiri , sebenarnya yang salah nilai raport saya atau orang bule itu ya ? . Faktanya kalau di suruh menuliskan kembali apa yang di bicarakan orang bule itu , saya juga tidak yakin bisa .

Dari kurangnya kepenguasaan bahasa , khususnya bahasa Inggris inilah , saya semakin merasa betapa pentingnyaperanan bahasa . Mengenai manfaatnya saya rasa sampeyan juga pasti sudah tau . Investor dan partner bisnis sampeyan bahasanya bukan bahasa Indonesia kan ? hayooo . Tapi saya sendiri merasa , semakin di pelajari kok semakin susah . Semakin banyak belajar , semakin merasa bodoh , duh payah .

Perang Korea Pecah , Bagaimana Nasib TKI ?

Politik, aspirasi Nopember 26th, 2010

ketika menuliskan ini , di atas saya tidak henti hentinya melintas pesawat helikopter . Seperti hanya berjarak beberapa ratus meter saja dari letak pemukiman . Khawatir ,..? itu pasti ada dalam perasaan ini . Setidaknya untuk sementara saya masih bisa merasa aman dalam kondisi mencekam yang seperti ini .Dari informasi yang di sampaikan pihak balai desa , pesawat helikopter ini bukan jenis tempur . Mereka hanya ingin memastikan daerah yang di lintasinya dalam kondisi ” aman ” . Tapi di luar itu , tidak sedikit juga pesawat jenis tempur melintas . Semoga pesawat pesawat tempur itu hanya melakukan latihan saja , bukan untuk menuju medan perang .

Semenjak tenggelamnya kapal tempur korea selatan di perairan korea , dan menewaskan seluruh awak kapal di dalamnya , hubungan kedua ” saudara ” ini semakin tidak akur . Tidak ada pengakuan , tidak tada titik temu permasalahan . Anehnya lagi , korea selatan bersama sekutunya amerika seperti ” pamer ” kekuatan pertahanan gabungan kedua negara itu di perairan korea . Dan hal ini di anggap pihak pyeongyang ( korea utara ) sebagai tindakan provokasi . Di lain pihak , perbuatan keji pyeongyang yang berdampak atas tenggelamnya kapal tempur korea selatan sangat tidak bisa di maafkan , dan itu sebagai tindakan provokasi besar kepada korea selatan .

Hari selasa 23 November , korea utara melakukan serangan artileri ke teluk yeonphyeong , 10 KM dari perbatasan perairan korea dengan korban tewas 4 orang , 2 dari tentara dan 2 lagi dari pihak sipil sedangkan korban luka 17 orang . Serangan kali ini merupakan serangan terbesar sejak 1950 - 1953 dan untuk kali ini amerika sebagai sekutu kuat korea selatan tidak tinggal diam . Amerika memberangkatkan kapal induknya dari pangkalan yokohama ( jepang ) menuju perairan korea . Jangan heran kalau kapal induk ini berisi ribuan pesawat tempur untuk membela korea selatan .

Dari sini saya semakin bingung . Korea utara mengancam akan melakukan serangan lagi ke korea selatan kalau saja pihak korea selatan dan amerika melakukan provokasi ( latihan militer di perairan korea ) . Bahkan korea utara menegaskan serangan kedua akan lebih besar dengan meluncurkan ratusan bom sekali serangan , tapi dari pihak korea selatan bersama amerika tetap bersiteguh melakukan latihan militer di perairan korea pada tanggal 29 november nanti, duh benar benar gawat nih . Terus terang saja saya sangat merasa was was di tengan kondisi mencekam seperti ini . Mungkin dari Yeonphyeong ke lokasi saya tinggal tidaklah terlalau jauh , hanya 2 jam dengan mengendarai kereta bawah tanah . Jarak yang sangat dekat untuk di luncurkan sebuah bom , dan itu sudah cukup meluluh lantakkan sebuah bangunan beserta isinya .

Sebelum serangan artileri korea utara ke yeonphyeong selasa 23 november kemaren , saya bersama TKI lain sangat bernafas lega . Perekonomian sudah mulai berangsur membaik , dan nilai tukar won terhadap rupiah sudah mencapai 8,3 . Keadaan yang demikian tidaklah cepat , semua itu merangkak semenjak peristiwa tenggelamnya kapal tempur seoul di perairan korea . Belum lama menghela nafas , sekarang kondisi yang sama kembali terjadi , duh benar benar payah . Dampak dari serangan kali ini ikut kami rasakan sebagaai TKI . Di samping nilai tukar won merosot tajam sampai 7,6 rupiah per 1 won , keselamatan kami juga perlu di perhitungkan .

Saya sendiri tidak habis pikir , kenapa korea utara bukannya memperhatikan kesejahteraan rakyatnya melalui perbaikan ekonomi tapi malah lebih mementingkan perkembangan nuklirnya . Saya juga tidak mengerti apa alasan dasar korea selatan bersama sekutunya amerika melakukan latihan militer pertahanan gabungan kekuatan kedua negara di perairan korea , apa itu tidak pamer ? atau malah memancing emosi korea utara . Saya sebagai orang awam juga sepenuhnya tidak paham apa alasan korea utara menembakkan torpedonya ke kapal tempur korea selatan di perairan korea . Saya benar benar tidak bisa membayangkan kalau saja perang benar benar pecah , gedung gedung yang begini megahnya akan runtuh seketika . Kemewahan gaya arsitek stasiun bawah tanah akan musnah seketika karena serangan rudal tempur . Saya tidak bisa lagi menikmati keindahan korea , kemegahan bangunan staiun bawah tanahnya yang saya kagumi dan dambakan , dan yang pokok ,… saya tentu akan meninggalkan korea . Padahal saya sendiri berharap , korea bisa menjembatani saya menuju mimpi dan cita cita saya .

Kita mungkin bisa bernafas lega karena peperangan ini bukanlah antara Indonesia - Malaysia , atau tidak terjadi di Indonesia . Tapi jangan salah kalau dampak peperangan ini akan menyebar ke negara lainya , dan itu sangat di mungkinkan . Sekarang sikap China sudah bisa di pastikan akan membela Korea utara dan mungkin menyusul Rusia juga . Sedangkan di pihak Korea selatan di bentengi Amerika serikat , jadi kesimpulanya peperangan ini tidak hanya karena ” perang saudara korea ” , tapi sangat di mungkinkan menyeret ” perang kapitalis Vs Sosialis liberalis ” . harapan kita semua semoga semua tu bisa cepat di atasi baik oleh PBB sendiri ataupun negara kunci dalam peristiwa ini .

Jabatan itu beban !

Politik, Religi, aspirasi Nopember 5th, 2010

Sejauh ini yang sering saya lihat mayoritas orang lebih merebutkan yang satu ini ” jabatan “. Tidak sedikit dari mereka berlomba lomba untuk meraihnya dengan hampir mengorbankan segalanya , uang ratusan juta hingga milyaran rupiah , kepercayaan , keluarga , perasaan , atau bahkan iman sekalipun . Padahal jabatan ini kalau tidak di perankan oleh orang yang tepat , bisa menjadi bom waktu bagi dirinya sendiri dan kapanpun bisa saja meledak menghancurkan dirinya beserta orang terdekatnya .

Saya menggambarkan jabatan di sini tidak jauh berbeda dengan kekuasaan yang memiliki pengaruh besar dalam elemen masyarakat . Jadi , saya menilai sudah sewajarnya hal ini menjadi ajang rebutan . Hanya saja kalau di telaah lebih lanjut , kenyataan ini sangat bertolak belakang pada masa kepemimpinan jaman dulu . Ketika Umar di tunjuk sebagai khalifah , beliau berusaha keras menolaknya . Ketika rakyat memaksanya , Ia hanya bisa menerimanya dengan ikhlas dan ridlo , tetapi Umar menganggap hal itu adalah musibah besar bagi dirinya . Bagimana tidak musibah besar ?, bilamana nanti pada masa kepemimpinanya tak mampu melayani , mengayomi , dan melindungi rakyatnya , maka Umar bersiap siap menerima tuntutan jutaan rakyatnya di dunia dan di hadapan pengadilan Allah pada hari kiamat kelak . Ia juga menyadari betul sabda Nabi SAW ” Sesungguhnya kekuasaan itu amanah . Pada hari kiamat nanti ia akan berubah menjadi kehinaan dan penyesalan , kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haq dan menunaikan apa yang di amanahkan di dalamnya ( HR . Muslim ) ** di kutip dari Halaqoh Online **

Saya sendiri sangat was was dan enggan berdekatan dengan jabatan . Di samping merasa belum cukup mampu , saya pikir jabatan membuat tidak nyaman dalam melakukan aktifitas setiap harinya . Bayangkan saja seandainya saya adalah seorang bupati , kemana mana tidak bisa bebas . Mau ini dan itu tidak searah dengan keinginan hati . Atau mungkin kepala desa ?, sampeyan pasti mentertawakan kalau mendapati seorang kepala desa menjadi tukang ojek , motong rumput untuk kambing kembalaanya . Padahal kita juga tidak tahu seberapa besar kebutuhanya , tuntutan gaya hidupnya sebagai kepala desa . Atau mungkin melihat seorang kepala desa berbuat nyleneh , senonoh , pasti semua ini membuat geger seluruh desa . Sudah jelas ini sebagai beban .

kalau di beri kesempatan memilih , saya akan memilih posisi sebagai orang biasa dengan gaji luar biasa dan lepas dari tanggung jawab sebagai pemimpin . Setiap bulannya di gaji 28 juta rupiah , kegiatan hanya bermalas malasan , berbuat ini dan itu tidak menjadi sorotan publik . Pertanyaanya siapa juga yang mau memberi kesempatan memilih seperti itu ? siapa juga yang mau memberi gaji segitu dengan hanya bermalas malasan ? . Nah , kenyataan ini yang menghiasi panggung politik di negara kita , bayarannya mau namun kerja dan tanggung jawabpun enggan ah . Mereka lupa kalau menyandang jabatanya , dan yang sangat perlu di ketahui kelak jabatannya itu menjadi bumerang yang siap menerkam jika tidak melaksanakan amanah dalam jabatannya itu .

Selama ini saya merasa nyaman dengan jabatan yang saya sandang , ” Wong cilik dan pentium 2 “ . Terus terang saja kedua gelar itu bukan saya sendiri yang memberikannya , dan justru saya merasa gelar yang seperti itu menjadi perisai bagi saya . Serasa lebih bebas dalam menyesuaikan pergaulan sehari hari , berpakaian , dan menyampaikan aspirasi saya . Kalau saja ada perkataan dan cara berpakaian saya yang nyleneh , ya maklum saja kan sebagai wong cilik . Dan kalaupun saya lamban dalam menangani permasalahan dan kurang bermutu dalam menyampaikan aspirasi , ya maklum namanya juga pentium 2 . Saya menilai dengan gelar yang seperti itu , justru lebih tidak terikat dengan beban ketimbang jabatan yang tinggi . Tapi jujur saja , kalau wong cilik ini di beri bayaran 28 / bulan dan kapasitas core duo , saya sama sekali tidak menolaknya , lha siapa toh yang mau memberi itu ?

Menulis menyenangkan , menulis sehat

Blog, aspirasi Oktober 8th, 2010

Kalau tidak salah , saya pernah menuliskan ” menulis bukanlah sepele ” tapi sekarang rasa rasanya berbalik menjadi 180 derajat , menulis sangat menyenangkan . Saya mengatakan seperti itu bukan karena lantaran akhir akhir ini tulisan saya masuk posting pilihan atau target trafick blog naik , melainkan ingin mengurangi beban yang ada di kepala ini . Dengan menuliskan apa yang ada di kepala dan yang dipikirkannya , masalah terasa sedikit tersampaikan dan berkurang . Sekarang saya tanya kepada sampeyan , kenapa mayoritas seseorang kalau memiliki masalah sering meluapkanya dengan cara curhat , atau mungkin menuliskannya di buku diare ? saya rasa karena dengan begitu bisa mengurangi masalah , termasuk juga menuliskannya di blog . Hal inilah yang mengakibatkan saya suka menulis , dan merasa menulis itu sangat menyenangkan , syukur syukur bisa menjadi seorang penulis , amin .

Gemar menulis itu bukan hal yang sepele , terlebih lagi di blog . Menuliskan sesuatu di blog , berarti memberi kesempatan seluruh pengguna internet untuk membacanya . Dan yang perlu saya garis bawahi, pada kenyataanya tidak sedikit seorang penulis yang mengawali karirnya lewat blog . Mereka belajar dari pengalaman ngeblog , dan menuliskannya di lembaran kertas berupa buku . Saya sendiri juga belum tahu apakah saya juga bisa seperti itu. Sebatas ini saya menulis hanya sekedar ingin mengurangi beban di kepala saja . Saya juga tidak menolak kalau suatu saat nanti , kesukaan menulis di blog bisa mengantarkan saya menjadi seorang penulis . Dan tentunya itu akan membuat kegiatan menulis semakin menyenangkan .

saya sendiri mengatakan bahwa profesi penulis itu profesi yang mulia , pantas di acungi jempol . Bahkan saya mengatakan penulis bisa sebagai ujung tombak untuk mempengaruhi publik atau masyarakat .Bayangkan saja kalau ia menuliskan hal hal baik di buku atau di blognya ! Berapa banyak orang yang membaca tulisanya dan terpengaruh untuk melakukan hal baik itu . Begitu juga sebaliknya , berapa banyak orang yang akan terperosok karena tulisannya itu . Napoleon bonaparte sendiri mengatakan hal yang demikian , ia lebih takut seorang penulis ( wartawan ) ketimbang seribu pasukan tentara . Semua ini mengingatkan kita untuk lebih berhati hati dalam menuliskan sesuatu di blog atau di buku yang sifatnya di publikasikan ke khalayak ramai .

Terkadang saya juga merasa was was , karena terlalu asyik ketika menulis lantas keluar alur dan terjadi hal hal yang tidak inginkan . Tulisan tulisan yang semacam itu bisa menjadi bumerang bagi saya sendiri , dan tentunya resiko juga di tanggung penumpang . Untuk menghindari hal yang demikian saya berusaha menulis dengan sehat dan tetap menyenangkan . Dan kalaupun ada tulisan yang sifatnya nyeleweng dari norma atau hukum , saya harap sampeyan mau mengingatkanya .

Oh iya hampir lupa , ada request dariKang Yudhie untuk menampilkan sedikit bahasa korea di sini ” ?? ??? ?? ??? ???? ??? ???, ?? ??? ???? ??? ??? ???? ? ??? ??? ??? ??? ???? “==> ” manyag dangsineui salpheul jangryeohan iyagiro mandeulgo siphdamyeon , dangsin jasini jaggaimyeo nalmada saeroun phyeijireul sseul gihweiga isseumeul kaedadneun geoseuro sijaghara ” => jika kamu ingin hidupmu menjadi kisah agung , maka mulailah dengan merealisasikan bahwa kamu adalah author dan setiap hari kamu mempunyai kesempatan untuk menulis pada lembaran baru ** Mark Houlahan ** , di kutip dari buku ” Great Words of Great Minds “

Tidak menikah , pacaran untuk seumur hidup

Budaya, Renungan, aspirasi, luar negeri September 25th, 2010

Saya rasa rasanya iri melihat begitu banyaknya pasangan yang romantis . Kalau keromantisan itu di lakukan oleh pasangan muda yang belum menikah , saya rasa sangat bisa di maklumi dan saya sendiri tidak harus iri melihat hal yang sudah biasa itu . Tapi yang saya irikan di sini , saya sering di sajikan pemandangan keromantisan yang di lakoni pasangan setengah baya bahkan seumuran kakek nenek . Pemandangan seperti ini yang membuat kedua mata saya tercengang , penasaran ingin tau apa yang menjadi rahasia kelanggengan mereka .

Di korea , memang bukan hal yang aneh kalau mendapati pasangan setengah baya atau kakek nenek begitu mesranya layaknya anak ABG . Masa pacaran mereka pertahankan sampai jenjang tua . Saya melihat mereka sangat menikmati indahnya masa pacaran itu , seakan tidak mau kalah dengan anak muda sekarang. Peduli setansamayang namanya malu , mereka tetap melakukan keromantisan layaknya ABG itu di manapun dan kapanpun mereka bertemu , di taman , kereta , bus . Bergandeng tangan , bercanda ,berpelukan , bahkan berciuman di tempat umum mereka jalani seperti tanpa adanya rasa risih sedikitpun.Entahlah , saya sendiri juga tidak tau apakah itu memang sudah menjadi kebudayaan mereka atau memang karena mereka sudah terhanyut oleh keasyikannya .

Mendapati pemandangan yang langka seperti ini tentu saja saya iri , dan penasaran ingin tau apa yang menjadi rahasia romantisnya masa tua mereka .Kenyataan berkata lain , tidak seperti apa yang saya pikirkan.Keromantisan mereka yang di jalani selama ini ternyata tanpa adanya ikatan pernikahan , oh my god . Saya hanya bisa menggelengkan kepala setelah banyak bertanya kesana kemari selama ini . Saya tidak habis pikir , mereka ingin menikmati masa pacaran sepenuhnya tapi komitmen tanpa menikah , lha terus,…. ?

Sampeyan ingin tau kira kira apa alasan dan penjelasan mereka melakukan hal itu ? mempertahankan romantika masa pacaran tanpa melakukan pernikahan ? . Kebetulan di tempat kerja saya , ketiga atasan operator mesin ” tidak menikah ” . Selama ini mereka tetap bisa menikmati indahnya ” anugerah pernikahan ” tanpa harus menikah , dan memang seperti itu yang mereka inginkan . Ketika di tanya kenapa tidak menikah , ” sekarang apa tujuan dari menikah itu ? melakukan hubungan biologis dan memiliki anak , tanpa menikahpun itu bisa kami lakukan . Menikah hanya akan menambah beban kehidupan saja . Menghidupi anak bukan masalah sepele dalam kehidupan , jerih payah kami akan ludes untuk kebutuhan yang satu ini , anak . ”

Bagaimana dengan masa tua ? siapa yang akan merawat ? ” Asuransi masa tua yang menjamin hari tua kami , kami memiliki dana pensiun dari perusahaan , asuransi mobil , rumah dan bahkan asuransi masa tua . Semua itu akan menjamin hari tua kami , setiap bulan kami membayar untuk tunjangan masa tua . ”

Bagaimana kalau sewaktu waktu mengalami kesepian , siapa yang akan menemani ? ” Di sini lokalisasi di legalkan , tidak susah mencari teman untuk sekedar menghibur . Bayangkan kalau kita memiliki istri , mereka juga di sibukkan dengan pekerjaanya dan tidak ada waktu untuk menghibur kita , melayani hubungan biologis kita sewaktu waktu mereka sering mengeluh . Lagi pula mencari teman untuk sekedar menghibur tidaklah mahal , masih mahalan kalau punya istri “.

Kenapa pihak orang tua mengijinkan untuk melakukan semua itu , apa tidak malu ? ” Kamu belum tau ya,…? di korea ada tahapan untuk menjalani pernikahan , yang pertama tunangan . Di tahap ini kami hanya boleh bertemu dan berpacaran seperti anak anak muda yang kamu lihat selama ini . Tahap selanjutnya ” yakun ” , kalau sudah memasuki tahapan yakun kami boleh tinggal serumah , belajar menjalani persiapan rumah tangga . Kami juga di perbolehkan melakukan layaknya suami istri ( bersetubuh ) dengan konsekuensi tidak hamil . Pada tahapan inilah yang sangat menyenangkan , maka dari itu mayoritas orang lebih suka mempertahankan tahap ini dari pada tahap selanjutnya , menikah . Kami bisa menikmati apa yang di namakan ” anugerah pernikahan ” di tahap ini , kami senantiasa bisa mempertahankan romantisnya masa berpacaran sampai tua sekalipun ”

Read the rest of this entry »

Buruh bertampang pelajar

aspirasi, luar negeri September 23rd, 2010

Saya terkadang heran sendiri , apakah tampang saya ini masih patut sebagai tampang pelajar ?. Setelah saya berkaca dan amati dalam dalam , rasa rasanya terlalu jauh kalau di bilang sebagai tampang pelajar , mungkin seperti langit tingkat tujuh dan sumur kering malahan . Sudah jelas muka saya di sini begitu kelihatan berumur ( kerut tua ) , masih saja di katakan sebagai pelajar , wah .

Entahlah dari sisi mana mereka menilai kalau saya ini pelajar , padahal kenyataanya adalah buruh kasar . Mayoritas awal dari setiap perkenalan saya dengan teman teman , mereka menebak kalau saya ini mahasiswa . Hal yang serupa juga terjadi di dunia maya , awal pertemanan tebakannya pasti sebagai pelajar . Dan yang paling membuat saya heran , orang korea sendiri juga menebak hal yang sama , duh . Kalau di dunia maya yang sering di tanyakan di awal perkenalan adalah seperti ini ” kamu di sana kuliah ya ? “ ha,…. kuliah ? duit siapa ? boro boro kuliah di sini di luar negeri , bisa kuliah di negeri sendiri saja sudah bersyukur , mungkin tidak bakal datang ke sini malahan . Barangkali saja maksudnya adalah ” kuli spasi ah ” –> kuli ah , nah kalau ini baru tebakan yang benar .

Seperti pada kejadian barusan di kereta bawah tanah , saya terlibat pembicaraan dengan sekelompok TKI dan beberapa orang korea sepulang menghadiri pengajian umum tadi siang . Posisi saya berdiri dengan telinga di tutupi headset dari ipod , seakan tidak peduli apa yang mereka bicarakan . Saya amati sekelompok TKI ini kewalahan menjawab berbagai pertanyaan dari beberapa orang korea , mungkin saja bahasa korea mereka masih belum lancar . Saya masih saja menikmati alunan lagunya group bandFT Island , ketika memasuki topik mengenai budaya di Indonesia , dan kepenguasaan bahasa inggris , saya melepas head set . Sekilas saya mendengar bahwa mereka ternyata adalah china korea , saya langsung angkat bicara dan apa yang terjadi ? . Entahlah tiba tiba saya begitu nyrocos ngalor ngidul ngomongnya , spontan perhatian orang sekitar pada kami .

Wah , rasa rasanya seperti menjadi pahlawan saja . Jangan salah dulu !, saya berani nyrocos seperti itu karena mereka china korea dan bahasa yang saya pakai juga bahasa mandarin campur bahasa korea . Dari mulai tanya ini dan itu sampai juga mereka bilang seperti ini ” Kamu pelajar ya ? “ what,… ? pelajar ? ah ngacau banget ini orang . Saya bilang kalau saya ini hanya buruh , sama halnya seperti mereka . Dan yang membuat muka saya ini merah padam , mereka bilang ” untuk ukuran tenaga kerja asing , bahasa mandarin dan bahasa korea kamu sangat luar biasa bagusnya “ hayyyah ini orang tidak memberi kesempatan muka saya putih toh ,…. sudah merah begini dari tadi . Yang membuat saya tambah dan tambah heran lagi , kenapa juga sekelompok TKI tadi masih bertanya kepada saya ” mas , sampeyan pelajar ya ? “ duh ,… pada hal sudah saya katakan kepada orang china korea tadi kalau saya juga buruh biasa .

Read the rest of this entry »