Matahari tak mampu menghangatkan tubuhku

Religi, Renungan, luar negeri Desember 25th, 2010

Hari ini matahari tidak tanggung tanggung menampakkan dirinya , begitu juga dengan sinarnya” full ” seperti tak bersisa . Teriknya mampu menggosongkan kulit putih saya kalau sampai berlama lama di bawahnya . Saya sendiri tidak bisa bertahan lama di luaran . Mungkin mentok cuman 10 menit . Maaf , bukannya di sini saya takut gosong atau apalah tapi terik matahari kali ini kurang mampu menghangatkan tubuh saya di musim dingin , khususnya hari ini .

Tepat di hari raya natal tahun 2010 ini , suhu di sini mencapai - 19 derajat celcius . Meskipun di hari yang terang benderang seperti ini , saya masih merasa tersiksa berada di luar ruangan . Jari jari tangan , ujung kuping, hidung , bibir serasacepat sekalikedinginan dan itu benar benar sakit . Untuk bepergian keluar , saya mesti berpakaian layaknya robot . Contohnya saja sekarang , baju yang saya pakai 1 kaos lengan pendek , 1 kaos tebal lengan panjang , 1 jaket kulit dan lagi 1 jaket tebal yang khusus di pakai di musim dingin . Belum lagi untuk celana , mesti double . Dengan memakai baju yang seperti ini saja masih merasa kaku kedinginan . Saya tidak habis pikir bagaimana rasanya mereka yang bepergian hanya dengan baju seadanya , khususnya perempuan yang lebih mementingkan fashion atau style dan bawahnya hanya mengenakan stocking . Peduli setan dengan yang namanya style kalau musim dingin sudah tiba . Faktanya , musim dingin tidak pernah bisa diajak kompromi dengan style stylan seperti itu . Kalau sudah mengigil kedinginan , siapa juga yang merasakanya .

Semalam saya sempat melakukan uji coba seberapa cepat suhu ini mampu membekukan air . Dengan menaruh segelas air 50 ml di luaran dan saya meninggalkanya beberapa menit untuk mandi sejenak . Fantastis , hanya dengan waktu 12 menit saja setengah dari air itu membeku di tempatnya . Sama sekali tidak terbayangkan di benak saya kalau itu adalah tubuh saya sendiri .

Di siang hari ini jam 2 saya coba jalan jalan untuk menghilangkan penat di pikiran . Heran , dengan sinar matahari yang begini teriknya , benar benar cerah ,tapi hanya selama 5 menit saya berjalan kaki , jari jari dan kuping terasa sakitnya minta ampun karena kedinginan . Saya salut dengan kekuasaan Tuhan , mampu membuat ruangan seluas ini dengan kesejukan melebihi ruangan ber AC atau melebihi dinginnya freezer kulkas malahan . Tuhan memang hebat , sehebat hebatnya lah , benar benarmutlak berkuasa penuh atas semua ini . Saya yakin seyakin yakinnya kalau bukan Tuhan , tidak ada mahluk lain yang mampu membuat daerah seluas ini sampai sedingin ini . Apalagi cuman menghukum segelintir orang seperti saya , sama sekali tidak ada kesulitan bagiNYA . Tuhan kalau sudah berkehendak tidak menunggu kapan dan siapa , termasuk dinginnya hari ini .


Jabatan itu beban !

Politik, Religi, aspirasi Nopember 5th, 2010

Sejauh ini yang sering saya lihat mayoritas orang lebih merebutkan yang satu ini ” jabatan “. Tidak sedikit dari mereka berlomba lomba untuk meraihnya dengan hampir mengorbankan segalanya , uang ratusan juta hingga milyaran rupiah , kepercayaan , keluarga , perasaan , atau bahkan iman sekalipun . Padahal jabatan ini kalau tidak di perankan oleh orang yang tepat , bisa menjadi bom waktu bagi dirinya sendiri dan kapanpun bisa saja meledak menghancurkan dirinya beserta orang terdekatnya .

Saya menggambarkan jabatan di sini tidak jauh berbeda dengan kekuasaan yang memiliki pengaruh besar dalam elemen masyarakat . Jadi , saya menilai sudah sewajarnya hal ini menjadi ajang rebutan . Hanya saja kalau di telaah lebih lanjut , kenyataan ini sangat bertolak belakang pada masa kepemimpinan jaman dulu . Ketika Umar di tunjuk sebagai khalifah , beliau berusaha keras menolaknya . Ketika rakyat memaksanya , Ia hanya bisa menerimanya dengan ikhlas dan ridlo , tetapi Umar menganggap hal itu adalah musibah besar bagi dirinya . Bagimana tidak musibah besar ?, bilamana nanti pada masa kepemimpinanya tak mampu melayani , mengayomi , dan melindungi rakyatnya , maka Umar bersiap siap menerima tuntutan jutaan rakyatnya di dunia dan di hadapan pengadilan Allah pada hari kiamat kelak . Ia juga menyadari betul sabda Nabi SAW ” Sesungguhnya kekuasaan itu amanah . Pada hari kiamat nanti ia akan berubah menjadi kehinaan dan penyesalan , kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haq dan menunaikan apa yang di amanahkan di dalamnya ( HR . Muslim ) ** di kutip dari Halaqoh Online **

Saya sendiri sangat was was dan enggan berdekatan dengan jabatan . Di samping merasa belum cukup mampu , saya pikir jabatan membuat tidak nyaman dalam melakukan aktifitas setiap harinya . Bayangkan saja seandainya saya adalah seorang bupati , kemana mana tidak bisa bebas . Mau ini dan itu tidak searah dengan keinginan hati . Atau mungkin kepala desa ?, sampeyan pasti mentertawakan kalau mendapati seorang kepala desa menjadi tukang ojek , motong rumput untuk kambing kembalaanya . Padahal kita juga tidak tahu seberapa besar kebutuhanya , tuntutan gaya hidupnya sebagai kepala desa . Atau mungkin melihat seorang kepala desa berbuat nyleneh , senonoh , pasti semua ini membuat geger seluruh desa . Sudah jelas ini sebagai beban .

kalau di beri kesempatan memilih , saya akan memilih posisi sebagai orang biasa dengan gaji luar biasa dan lepas dari tanggung jawab sebagai pemimpin . Setiap bulannya di gaji 28 juta rupiah , kegiatan hanya bermalas malasan , berbuat ini dan itu tidak menjadi sorotan publik . Pertanyaanya siapa juga yang mau memberi kesempatan memilih seperti itu ? siapa juga yang mau memberi gaji segitu dengan hanya bermalas malasan ? . Nah , kenyataan ini yang menghiasi panggung politik di negara kita , bayarannya mau namun kerja dan tanggung jawabpun enggan ah . Mereka lupa kalau menyandang jabatanya , dan yang sangat perlu di ketahui kelak jabatannya itu menjadi bumerang yang siap menerkam jika tidak melaksanakan amanah dalam jabatannya itu .

Selama ini saya merasa nyaman dengan jabatan yang saya sandang , ” Wong cilik dan pentium 2 “ . Terus terang saja kedua gelar itu bukan saya sendiri yang memberikannya , dan justru saya merasa gelar yang seperti itu menjadi perisai bagi saya . Serasa lebih bebas dalam menyesuaikan pergaulan sehari hari , berpakaian , dan menyampaikan aspirasi saya . Kalau saja ada perkataan dan cara berpakaian saya yang nyleneh , ya maklum saja kan sebagai wong cilik . Dan kalaupun saya lamban dalam menangani permasalahan dan kurang bermutu dalam menyampaikan aspirasi , ya maklum namanya juga pentium 2 . Saya menilai dengan gelar yang seperti itu , justru lebih tidak terikat dengan beban ketimbang jabatan yang tinggi . Tapi jujur saja , kalau wong cilik ini di beri bayaran 28 / bulan dan kapasitas core duo , saya sama sekali tidak menolaknya , lha siapa toh yang mau memberi itu ?

Download gratis beberapa kitab salaf dalam 1 software

Religi, Software gratis Oktober 18th, 2010

Kemaren saya mencoba iseng iseng download kitab Bulughul maram dan ternyata tidak hanya Bulughul maram saja yang saya dapatkan . Al Qur’an beserta terjemahannya , Tafsir Ibnu Katsir , Hadist Ar ba’in Nawawawiyah , Riyadhus Sholihin , Hadist shohih dari Bukhori dan Muslim , dan juga beberapa artikel salaf lainnya juga ikut terdownload dalam satu software .

Alasan kenapa saya mendownload bulughul maram itu karena saya ada sedikit permasalahan mengenai bab hutang piutang , dan saya sendiri merasa kurang begitu paham mengenai bab ini . Pengetahuan dalam kepala pentium 2 saya sifatnya masih meragukan dan kurang landasan pondasi yang kuat . Jadi terus terang saja , pada postingan sebelumnya saya tidak mampu menjabarkan secara detailnya berdasarkan hukum islam atau ilmu fiqihnya . Sebelumnya salah satu sahabat pernah menjelaskan babhutang piutang secara garis besarnya , dan memberitahukan bahwa dalam kitab bulughul maram juga menyinggung masalah bab ini . Jadi saya juga tidak terlalu berpikir panjang untuk mendownload kitab yang di maksud itu .

Yang saya download kemaren itu bersifat sebagai software dengan nama salafidb 4.0 yang di dalamnya meliputi beberapa kitab dan artikel salaf :

  • software-islamic-2Al Qur’an beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia
  • Bulughul Maram dalam terjemahan bahasa Indonesia
  • Riyadhus Sholihin dalam terjemahan bahasa Indonesia
  • Tafsir Ibnu Katsir dalam terjemahan bahasa Inggris
  • Ar Ba’in nawawiyah dalam terjemahan bahasa Indonesia dan juga di sertai penjelasannya
  • Hadist sohih Bukhori , terjemahan bahasa Indonesia
  • Hadist sohih Muslim
  • Dan beberapa artikel salaf lain : Al Manhaj , fatwa ulama , dan e book

Al Khamdulillah , sewaktu mendownloadnya McAfee saya tidak mendeteksi adanya virus di dalamnya dan memberikan lampu hijau untuk terus mendownload .

Setelah di download , hasilnya akan tampak seperti gambar di samping atas . Pada layar utama software ini , hanya terlihat halaman Al qur’an dan terjemahanya saja . Tapi kalau ingin membaca kitab lainnya , sampeyan tinggal klik icon menu ” Tool ” di samping kiri atas dan disitu akan muncul beberapa pilihan seperti terlihat pada gambar .

software-islamic-3Saya sendiri menilai software ini cukup bagus meskipun saya baru mendownloadnya beberapa hari yang lalu . Di sini di lengkapi dengan terjemahan bahasa Inggris dan Indonesia , cara pembacaan berdasarkan ilmu tajwid , cara operasional software di kata pengantar dan juga di sertai audio pembacaan lafal yang bisa di setel berulang ulang berdasarkan keinginan kita . Dalam kata pengantar software ini di sertai gambar yang menjelaskan fungsi beberapa icon di dalamnya , atau sebagai contoh kecilnya seperti gambar di samping .

Sampeyan bisa mendownloadnya di sini : Download salafidb 4.0 , besar filenya : 51 , 59 Mb .

Kalau saja nanti di tengah pembelajaran ada kebingungan , sampeyan bisa konsultasi dengan Kyai atau ustadz sampeyan . Akan lebih baik bila belajar sesuatunya di sertai bimbingan seorang guru . Menurut saya sendiri , pembelanjaran secara instan tanpa landasan pondasi yang kuat ” bisa saja ” menimbulkan kefanatikan yang berlebihan atau mungkin menyimpang . Tapi di sini saya yakin kalau sampeyan sudah memiliki landasan pondasi yang kuat , dan semoga saja hal di atas bisa membantu .

Lebaran Kok Malah Sedih

Religi September 7th, 2010

Rasa rasanya baru kemaren menjalankan puasa Ramadhan , tanpa di sadari waktu begitu cepat berlalu dan tanpa begitu disadari juga 3 kali lebaran tidak bersama keluarga besar di kampung halaman tercinta Demak . Setelah pada periode pertama harus rela merayakan hari raya Idul Fitri tanpa keluarga selama 3 kali berturut turut , dan sekarang waktu seperti itupun terulang lagi untuk yang kedua kalinya , besar kemungkinan untuk periode kedua ini akan merasakan hal yang sama selama 5 kali berturut turut malahan .

Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang begitu di nanti nanti seluruh umat muslim di dunia ini , termasuk saya salah satunya . Di hari itu bisa di katakan merupakan puncak kemenangan dan kebahagiaan , terlebih bisa merayakannya bersama sanak keluarga di rumah . Bagaimana dengan saya di sini yang merayakannya tidak bersama keluarga ? Hanya bisa membayangkan hirup pikuk suasana lebaran di kampung halaman tercinta , merindukan masa masa seperti itu . Maaf kalau di sini saya harus mengatakan ” sedih ” bila hari yang fitri itu tiba , alasannya sudah jelas , saya tidak bisa menikmati kebahagiaan di hari yang fitri itu bersama keluarga di rumah . Ketika suara takbir bergema lewat layar monitor ini , saya hanya bisa meneteskan air mata . Saya tidak tau lagi sebenarnya sudah berapa dalam rasa kerinduan ini untuk berkumpul bersama keluarga , untuk merayakan hari hari yang begitu fitri bersama mereka .

Sebagai salah satu umat muslim , rasa rasanya tidak sopan kalau saya mengatakan hari raya idul fitri itu merupakan titik ” kesedihan ” bagi saya dengan alasan egois saya sendiri . Saya menyadari apa yang telah saya rasakan saat ini sudah merupakan keputusan saya di masa lalu , dan saya juga harus komitmen dengan keputusan ini . Memang semuanya beresiko , termasuk seperti inilah resiko yang harus saya hadapi .

Dengan penuh keyakinan apa yang saya katakan ” kesedihan ” ini , merupakan kesedihan penuh keindahan , penuh kenikmatan , dan ” kesedihan ” yang saya tulis dengan embel embel tanda petik ini merupakan bagian dari kebahagaiaan itu sendiri . ” Kesedihan ” merindukan bisa merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga di rumah , bersilaturrokhim ke tetangga , ” kesedihan ini saya anggap bentuk lain dari kebahagian yang di berikan Tuhan kepada saya . Bahwasanya ketika waktu telah tiba , maka di situ saya tidak bisa membayangkan bagaimana luapan kebahagiaan hati saya , karena saya pergi untuk kembali , dan tentu bisa merayakan hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di rumah.

Di sini saya khoirul huda selaku authorblog catatan mengucapkan ” Selamat Hari Raya Idul Fitri , Minal Aidin Wal Faidzin , mohon maaf lahir dan batin. Bila mana ada kesalahan dari saya selaku author blogini , baik yang di sengaja maupun tanpa di sengaja mohon sekiranya di maafkan “

Seoul Menjadi Kota Islam

Religi September 25th, 2009

halaman-samping-kbri-seoul1

Seoul ( Korea ) merayakan Idul Fitri

Tanggal 20 September 2009 atau 1 Syawal 1430 H kemarin merupakan momentum yang sangat berarti, hal ini tidak hanya terjadi di tanah air Indonesia tetapi di seluruh kawasan dunia, termasuk korea yang mayoritas warga negaranya adalah tidak beragama. Hari Raya Idul Fitri yang bertepatan pada hari minggu kemarin mampu merubah secara drastis ibu kota Negara dengan 70 % lebih penduduknya non beragama ini,menjadi kota islam. Hampir di setiap jalur yang menuju masjid ataupun kedutaan Negara di penuhi warga asing dengan mengenakan haji ( peci ) sambil mengumandangkan takbir, terutama di daerah I dae won dan de bang.Untuk imigran muslim yang berasal dari Bangladesh , Pakistan, india, Uzbekistan ,Turki, mesir dan lain lainnya lebih memilih sholat id di masjid besar seoul I dae won ( seoul ), Sedangkan warga muslim Indonesia lebih cenderung memilih sholat id di KBRI dae bang ( seoul ).Di dae bang ( KBRI Seoul ) sendiri sempat memancing banyak perhatian warga korea setempat,karena jumlah jamaah untuk sholat id tahun ini meningkat jauh dari tahun sebelumnya. Hal ini mungkin di karenakan idul fitri tahun ini bertepatan pada hari minggu yang kemungkinan besar hampir setiap perusahaan libur, sehingga warga muslim indonesianya bisa merayakan hari raya idul fitri di KBRI seoul.Dari tafsiran saya pribadi, jumlah jamaah di KBRI seoul mencapai kisaran 6 ribu sampai 7 ribu jamaah dari 32 ribu TKI di korea, hal ini saya lihat dari penuhnya aula KBRI , lantai 2 dan 3, beserta seluruh halaman KBRI yang luasnya sekitar 50×70 meter, di tambah lagi jamaah yang berada di taman di luar gedung KBRI. Dan yang paling berkesan bagi saya pribadi , dari keadaan seperti ini bisa membuat jalan raya sekitar macet, bukan karena kami yang yang tidak tertib dalam lalu lintas ataupun sebab lainnya,tetapi karena mereka warga korea yang penasaran dan ingin melihat lebih dekat dengan seksama kegiatan kami, bahkan tidak sedikit dari mereka yang merekam atau mengambil gambar kegiatan kami, hal inilah yang memaksa mereka berhenti sejenak dan membuat macet. Kondisi seperti ini juga mengundang perhatian salah satu stasiun televisi korea KBS World yang kantor pusatnya terletak di seberang KBRI. Memang tidaklah heran kalau keadaan seperti ini sampai mengundang perhatian warga korea setempat, karena selama perjalanan saya sendiri menuju seoul, hampir setiap kereta dengan tujuan kota seoul penuh dengan warga berpeci,di setiap stasiun transitan menuju seoul selalu berdesakan warga berpeci, setiap stasiun kota seoul terjadi antrian panjang, bahkan dari perjalanan kaki dari stasiun ke gedung KBRI saya dan rekan rekan melewati sekitar 700 orang, mereka dengan mengumandangkan takbir sambil berjalan menuju gedung KBRI, namun hanya dengan suara lirih.

Read the rest of this entry »

Kenangan Ramadhan

Religi Agustus 22nd, 2009

ramadhan1

Rasa rasanya waktu telah begitu cepat berlalu, tanpa bisa di tahan lagi kehadirannya sekarang sudah memasuki hari pertama di bulan Ramadhan, bulan yang penuh Rahmat, Hidayah dan SyafaatNya. Bulan Ramadhan sendiri memiliki banyak arti dan kenangan bagiku, apa lagi setelah 5 kali bulan Ramadhan posisi tidak di rumah, rasa rasanya semakin melekat saja kenangan itu. Bulan yang tanpa kurang kurang aktifitas, dari pagi hingga menjelang subuh seperti tidak ada waktu yang tersiakan. Bilapun pergi, mata ini selalu di perlihatkan aktifitas orang atau santri yang mengaji, telinga selalu diperdengarkan dengan ceramahan ceramahan pak Ustadz atau Kyai lewat pengeras suara, hati ini terasa sejuk meski hanya melihat dan mendengar mereka. Terasa seperti setiap langkah hanya menuju kebajikan.

Satu hal lagi yang selalu membuat ku senang menyambut bulan Ramadhan selain hal hal di atas, biasanya kalau bulan Ramadhan teman temanku yang mondok di luar, memutuskan untuk ngaji di rumah ( Demak ), dan di situ aku bisa bertemu, berkumpul bersama mereka, mengaji di pondok bersama mereka. Kalau sudah bersama mereka, berjalan kaki 1,5 KM menuju ponpes pun tidak terasa dan enggan rasanya naik sepeda atau motor, dengan berjalan kaki kami bisa menceritakan pengalaman dari pondok masing masing dan Tanya jawab mengenai materi yang di sampaikan di pondok kami, Waktu seperti itu bagiku sangatlah istimewa, karna hanya di bulan Ramadhan lah aku bisa puas bersama mereka. Selain di bulan Ramadhan, aku seperti hanya sendirian di rumah. Di kampungku anak anak sebayaku lebih memilih mondok di luar dan tidak sekolah SLTA,bisa di katakan hanya aku saja sekampungku yang melanjutkan ke SLTA dan menginap di Assalafiyah. Mereka bukan berarti lebih mementingkan agama dari pada pengetahuan umum, tapi karena alasan ekonomilah mereka tidak melanjutkan sekolah sampai SLTA.Yach.. lagi lagi ekonomi, duh.

Read the rest of this entry »

Sinetron Vs Realita

Religi April 4th, 2009

keadilan1Sekarang kebenaran tak di bagikan lagi secara merata,hanya atasan,orang dengan tingginya jabatan yang berhak memilikinya.Bawahan,rakyat jelata sama sekali tak berhak,apa lagi memilikinya,menyentuhpun tidak ada hak.

Begitu pula kebodohan,hanya bawahan, rakyat jelata yang pantas menyandang gelar itu.akan sangat lucu bila gelar itu ada pada atasan atau orang dengan tingginya jabatan.Kesal Somad.

Tembok :Hidup itu seperti halnya sebuah sinetron

Somad :Kamu ini,bukannya mendukungku malah menyudutkanku

Tembok :Aku sama sekali tak menyudutkanmu,ku hanya memberi tau.Dalam sebuah sinetron,pemeran utamanya selalu terpojokkan,selalu terombang ambing nasibnya.Tapi ia bahagia di akhir cerita.

Somad :Ini ralita,bukan sinetron.lagi pula aku juga bukan artis

Tembok :Apa bedanya realita dengan sinetron? Dalam sebuah sinetron pemeran utamanya selalu di salahkan,tapi bukan berarti ia salah.ia selalu di bodoh bodohkan tapi bukan berarti ia bodoh.ia selalu di hina hina juga bukan berarti ia orang hina.Dari alur ceritanya para penonton dapat melihat siapa yang benar dan yang salah dan siapa yang nantinya akan mendapat kebahagiaan di akhir cerita.Kamu memang bukan artis sinetron tapi kamu artis kehidupan,jadi pemeran utama atau pemeran antagonis kamu sendiri yang menentukan

Read the rest of this entry »