By language we are master the world
aspirasi, luar negeri Januari 1st, 2011
“By language we are master the world ” , kalimat ini pertama kali saya baca di tempat saya kursus bahasa inggris . Kalau di artikan berdasarkan pentium 2 saya , kurang lebihnya seperti ini ” dengan bahasa kita adalah penguasa dunia ” . Benar tidaknya kalimat itu , saya sendiri kurang mengerti . Kalimat ini begitu jelas terpampang di atas pintu masuk tempat kursus ” multi language excellent course ” ( bukan nama sebenarnya ) . Lewat multi language excellent course ini , saya mencoba membuktikan kebenaran arti dari kalimat “by language we are master the world ” itu. Yayasan ini juga yang memberi kesempatan saya untuk menjajal bea siswa ke luar negeri . Bisa di katakan juga yayasan inilah yang menjembatani saya sampai negeri tirai bambu China , Taiwan ROC ( Republik of china ) , dan yang terakhir negeri gingseng Korea Selatan ini . Dari pengalaman hidup di luar negeri seperti ini ,saya merasa kebenaran arti kalimat by language we are master the world semakin terbukti .
Pernahkah terpikirkan di benak sampeyan akan seperti apa jadinya hidup di negara atau tempat tertentu tanpa penguasaan bahasa setempat ?. Kalau tidak menguasai , setidaknya mengerti apa yang di maksudkan lawan bicara . Bahasa di sini berfungsi sebagai alat komunikasi sehari hari , sebagai jembatan yang menghubungkan dan mengungkap apa yang di rasa dan di pikirkan . Bagaimana bisa sejalan kalau tanpa adanya komunikasi . Sesuatunya akan sulit di searahkan tanpa yang satu ini , bahasa . Saya rasa tidak hanya di luar negeri saja , pemahaman bahasa juga sangat di perlukan di daerah daerah yang memiliki perbedaan bahasa .
Entah percaya atau tidak itu terserah sampeyan , faktor utama dan pertama terjadinya masalah yang di alami oleh TKI adalah bahasa . Kurangnya pemahaman bahasa seperti ini sering menimbulkan missed komunikasi , dan buntut buntutnya adalah kekerasan yang sering kita dengar dan tonton di layar televisi . Kalau ingin membenahi itu semua , point pertamanya adalah pematangan bahasa setempat . Saya yakin dengan bahasa ,tinggal di manapun tidak ada masalah . Di manapun tempatnya , serasa seperti tempat tinggal sendiri dengan catatan bisa berkomunikasi dan di ikuti adaptasi .
Saya menulis seperti itu bukan lantaran saya menguasai bahasa lho , khususnya bahasa internasional bahasa Inggris .Kalau sampeyan bertanya kepada saya seberapa dalam kepenguasaan saya tehadap bahasa Inggris , maka jawaban saya ” blepotan ” , lho kok bisa ? . Semenjak SMA nilai bahasa inggris saya selalu jeblok , itu mungkin karena ketika tes saya tidak bisa menyontek dan kamusnya terlalu tebal untuk di sembunyikan dari mata pengawas ujian .
Terakhir kali saya ngobrol lama menggunakan bahasa Inggris yaitu dengan warga Jerman di bandara internasional Hongkong . Anehnya lagi , sepertinya tidak merasa kesulitan melafalkanya atau mungkin orang bule itu tidak menyadarinya atau jangan jangan tau tapi hanya di simpan dalam hati saja . Tapi yang membuat saya heran , orang bule ini bilang bahasa Inggris saya bagus dan setiap bertemu warga negara Indonesia , hampir seluruhnya mahir berbahasa Inggris . Mungkin yang di katakannya itu terkecuali saya . Kalau memang benar apa yang di katakannya , saya jadi bertanya tanya kepada diri saya sendiri , sebenarnya yang salah nilai raport saya atau orang bule itu ya ? . Faktanya kalau di suruh menuliskan kembali apa yang di bicarakan orang bule itu , saya juga tidak yakin bisa .
Dari kurangnya kepenguasaan bahasa , khususnya bahasa Inggris inilah , saya semakin merasa betapa pentingnya peranan bahasa . Mengenai manfaatnya saya rasa sampeyan juga pasti sudah tau . Investor dan partner bisnis sampeyan bahasanya bukan bahasa Indonesia kan ? hayooo . Tapi saya sendiri merasa , semakin di pelajari kok semakin susah . Semakin banyak belajar , semakin merasa bodoh , duh payah .








ketimbang beberapa bulan lalu . Peningkatan jumlah pengunjung yang seperti ini saya anggap peningkatan drastis . Bayangkan saja di beberapa bulan lalu , blog ini hanya mampu meraih 15 - 20 pengunjung perharinya . Dan di sini ketika saya melihat grafik pengunjung menandakan adanya peningkatan perbulanya. Ini benar benar membuat saya tersenyum lebar . Saya meyimpulkan adanya kenaikan jumlah pengunjung sampai 100% dari persentase beberapa bulan sebelumnya .
About





