Menyederhanakan alamat URL / link di twitter

Blog, Tak Berkategori Desember 16th, 2010

Saya sering bertanya tanya sendiri bagaimana cara mereka menyederhanakan alamat URL / linknya di twitter . Bahkan pentium 2 saya sempat mengira kalau  selama ini mereka menggunakan software tertentu untuk menyederhanakan tautanya . Sudah beberapa kali saya mencoba memasukkan alamat URL ke twitter dan hasilnya masih sama seperti kereta panjangnya . Setelah saya coba lebih teliti lagi pada halaman bantuan / help twitter , ternyata tidak sesusah yang saya bayangkan dan sekaligus membuktikan tebakan saya mengenai penyederhanaan semacam ini menggunakan software adalah salah . Penyederhanaan seperti ini tanpa software , dan prosesnya juga simple . Kalau dari halaman twitter , caranya sperti ini :

Pada halaman bantuan / help di twitter akan muncul gambar seperti di bawah , dan klik twitter basics

byt6

Setelah itu kita akan di beri banyak pilihan kategori berdasarkan permasalahan yang kita hadapi . Untuk hal ini kita berada pada kategori ” Features “ , lalu klik about twitter’s link service ( http://t.co ) pada anak kategori dan akan muncul tampilan berikut

byt3

Pada tulisan ” You can still use a URL shortener ( like bit.ly ) to shortener links ” terdapat link yang menghubungkan kita ke halaman shortener link . Kalau kita klik link itu , kita akan di beri 2 pilihan link shortener yakni :

  1. http://bit.ly/
  2. http://tinyurl.com/

Biasanya media online lebih sering menggunakan http://bit.ly/ ketimbang http://tinyurl.com/ untuk menyederhanakan tautan mereka di twitter . Di sini saya juga menggunakan http://bit.ly/ . Kalau kita klik link pada http://bit.ly/ kita akan di bawa ke halamanya seperti ini

lyt

Di halaman ini kita tinggal memasukkan alamat URL berdasarkan keinginan , lalu klik ” shorten ” untuk menyederhanakanya . Kalau kita ingin menampilkan hasil penyederhanaan alamat URL ke twitter , kita bisa copy paste hasil tersebut atau juga sign up untuk menampilkannya secara otomatis di halaman twitter .

Cara di atas berdasarkan urutan lewat halaman twitter , kalau kita tidak ingin repot repot dengan cara tetek bengek seperti di atas , kita cukup langsung ke halaman http:bit.ly/ . Sebagai contoh alamat URL saya yang belum di sederhanakan adalah http://catatanpujangga.blogdetik.com/2009/10/31/menulis-bukanlah-sepele/ , setelah di sederhanakan akan menjadi http://bit.ly/hj5kZ0 . Dengan demikian , kalau kita ingin menampilkan alamat URL kita di twitter ataupun koprol yang hanya dengan 140 karakter saja , kita bisa hemat karakter dan bisa menambahkan keterangan lebih detail mengenai tautan kita tadi . Dan satu lagi mengenai keuntungan penyederhanaan semacam ini , hasil penyederhanaan bisa di tampilkan di berbagai media atau jejaring sosial manapun .

Mungkin mengenai penyederhanaan seperti ini sampeyan sudah banyak yang tau atau katakanlah basi , tapi untuk pentium 2 seperti saya baru 2 minggu terakhir ini mengetahuinya . Dan yang jelas meskipun di katakan basi , mungkin masih bisa di manfaatkan ” bagi yang belum mengetahuinya ” . ;)

Salju turun , musim dingin tiba

luar negeri Desember 10th, 2010

Akhirnya , musim dingin tiba juga . Dengan di tandai turunnya salju pada 8 Desember rabu siang untuk daerah hwaseong dan sekitarnya , saya nyatakan secara sah musim dingin telah tiba . Sebenarnya pada minggu sebelumnya , suhu sudah mencapai -3 derajat celcius , hanya saja setelah itu cuaca tidak menentu yang terkadang masih bisa di katakan musim gugur . Berbeda sekali pada hari senin dan selasa kemaren , 2 hari berturut turut suhu sekitar -5 derajat celcius dan di ikuti turunya salju di rabu siangnya . Secara besar kemungkinan , setelah turunnya salju maka cuaca akan terus menerus dingin dengan kisaran suhu di bawah 0 ( nol )  derajat celcius .

Di bandingkan dengan tahun tahun sebelumnya , kedatangan musim dingin kali ini terlambat jauh . Pada tahun sebelumnya , di awal bulan  November sudah mulai turun salju . Saya sendiri sempat berfikir bahwa musim dingin kali ini sempat mutung setelah lama mengamuk di tahun 2009 sebelumnya  . Bagaimana tidak , di tahun 2009 musim dingin yang di kasih jatah 4 bulan per tahunya , mampu bertahan hingga 5 bulan lebih dengan memberi bonus salju di bulan maret yang seharusnya sudah mulai musim semi . Bahkan di tahun 2009 , ketebalan salju mencapai sepaha orang dewasa dengan suhu - 17 derajat celcius untuk daerah propinsi gyeong gido . Sampeyan tidak usah membayangkan bagaimana membersihkan salju setebal itu di tengah suhu -17 derajat celcius , yang pasti jangan sampai diam lama lama atau badan kaku membeku sebagai taruhannya .

Kalau sampeyan yang belum pernah melihat salju mungkin akan bilang ” wah indah pastinya lihat salju , asyik deh kayaknya “ . Seperti ketika mobil pesanan kita datang , bingung bagaimana mengekspresikan kesenangan , tapi begitu mulai masuk di bulan berikutnya kepala sudah di mumetkan dengan tagihan kredit perbulannya . Tapi cerita itu tentu berbeda kalau sampeyan membelinya dengan cara cash atau tunai . Sama halnya dengan salju , rasa takjub itu hanya di awalan saja . Pada peristiwa berikutnya mesti membersihkan salju yang berserakan di halaman depan , masih mending kalau ketebalan hanya beberapa centi saja , bagaimana kalau sampai sepaha orang dewasa seperti tahun kemaren ?

Tanggapan saya pribadi menyambut kedatangan musim dingin , ya senang , ya tidak begitu sedih juga . Kenapa senang , karena di musim dingin ini berarti mendekati tahun baru Internasional dan tahun baru china ( imlek ) . Kebetulan sekali tahun depan 2011 , tahun baru china jatuh pada tanggal 2 bulan Februari . Jadi dengan kata lain 2 bulan berturut turut akan menerima 2 kali bonus akhir tahunan  , yaitu tanggal 31 Desember dan tangaal 1 Februari . Dan lagi , di musim dingin lebih jarang bepergian keluar sehingga bisa berhemat . Bahkan bisikan dalam kepala saya saat ini mengatakan ” Mungkin bulan 2 , tagihan  kredit  jam tangan dan handphone ini akan selesai “ . Tapi yang sangat tidak menyenangkan dari musim dingin adalah mesti membersihkan salju halaman depan guna bisa beraktifitas normal , dan yang paling membuat saya jengkel adalah tidak bosan bosannya ujung jari jari tangan saya selalu pecah pecah dan itu rasanya cukup perih bahkan sakit .

Keputusan saya sendiri di tengah musim dingin tahun ini , akan jarang keluar berpetualang wisata dan yang pastinya akan banyak berhemat . Soalnya akhir akhir ini banyak tagihan yang mesti di selesaikan , ini sebagai dampak hutang pertama kemaren , bukannya kapok berhutang malah merambat tidak karuan  . Tapi saya yakin di musim dingin kali ini akan segera beres tagihan tagihan itu .  Di samping berharap bonusan akhir tahunan , di musim dingin juga sering di banjiri side job . Jadi ,….   ” Selamat datang musim dingin “

Jabatan itu beban !

Politik, Religi, aspirasi Nopember 5th, 2010

Sejauh ini yang sering saya lihat mayoritas orang lebih merebutkan yang satu ini ” jabatan “. Tidak sedikit dari mereka berlomba lomba untuk meraihnya dengan hampir mengorbankan segalanya , uang ratusan juta hingga milyaran rupiah , kepercayaan , keluarga , perasaan , atau bahkan iman sekalipun . Padahal jabatan ini kalau tidak di perankan oleh orang yang tepat , bisa menjadi bom waktu bagi dirinya sendiri dan kapanpun  bisa saja meledak menghancurkan dirinya beserta orang terdekatnya .

Saya menggambarkan jabatan di sini tidak jauh berbeda dengan kekuasaan yang  memiliki pengaruh besar dalam elemen masyarakat . Jadi , saya menilai sudah sewajarnya hal ini menjadi ajang rebutan . Hanya saja kalau di telaah lebih lanjut , kenyataan ini sangat bertolak belakang pada masa kepemimpinan jaman dulu . Ketika Umar di tunjuk sebagai khalifah , beliau berusaha keras menolaknya . Ketika rakyat memaksanya , Ia hanya bisa menerimanya dengan ikhlas dan ridlo , tetapi Umar menganggap hal itu adalah musibah besar bagi dirinya . Bagimana tidak musibah besar ?, bilamana nanti pada masa kepemimpinanya tak mampu melayani , mengayomi , dan melindungi rakyatnya , maka Umar bersiap siap menerima tuntutan jutaan rakyatnya di dunia dan di hadapan pengadilan Allah pada hari kiamat kelak . Ia juga menyadari betul sabda Nabi SAW ” Sesungguhnya kekuasaan itu amanah . Pada hari kiamat nanti ia akan berubah menjadi kehinaan dan penyesalan , kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haq dan menunaikan apa yang di amanahkan di dalamnya ( HR . Muslim ) ** di kutip dari Halaqoh Online **

Saya sendiri sangat was was dan enggan berdekatan dengan jabatan . Di samping merasa belum cukup mampu , saya pikir jabatan membuat tidak nyaman dalam melakukan aktifitas setiap harinya . Bayangkan saja seandainya saya adalah seorang bupati , kemana mana tidak bisa bebas . Mau ini dan itu tidak searah dengan keinginan hati . Atau mungkin kepala desa ?, sampeyan pasti mentertawakan kalau mendapati seorang kepala desa menjadi tukang ojek , motong rumput untuk kambing kembalaanya . Padahal kita juga tidak tahu seberapa besar kebutuhanya , tuntutan gaya hidupnya sebagai kepala desa . Atau mungkin melihat seorang kepala desa berbuat nyleneh , senonoh , pasti semua ini membuat geger seluruh desa . Sudah jelas ini sebagai beban .

kalau di beri kesempatan memilih , saya akan memilih posisi sebagai orang biasa dengan gaji luar biasa dan lepas dari tanggung jawab sebagai pemimpin . Setiap bulannya di gaji 28 juta rupiah , kegiatan hanya bermalas malasan , berbuat ini dan itu tidak menjadi sorotan publik . Pertanyaanya siapa juga yang mau memberi kesempatan memilih seperti itu ? siapa juga yang mau memberi gaji segitu dengan hanya bermalas malasan ? . Nah , kenyataan ini yang menghiasi panggung politik di negara kita , bayarannya mau namun kerja dan tanggung jawabpun enggan ah . Mereka lupa kalau menyandang jabatanya , dan yang sangat perlu di ketahui kelak jabatannya itu menjadi bumerang yang siap menerkam jika tidak melaksanakan amanah dalam jabatannya itu .

Selama ini saya merasa nyaman dengan jabatan yang saya sandang , ” Wong cilik dan pentium 2 “ . Terus terang saja kedua gelar itu bukan saya sendiri yang memberikannya , dan justru saya merasa gelar yang seperti itu menjadi perisai bagi saya . Serasa lebih bebas dalam menyesuaikan pergaulan sehari hari , berpakaian , dan menyampaikan aspirasi saya . Kalau saja ada perkataan dan cara berpakaian saya yang nyleneh , ya maklum saja kan sebagai wong cilik . Dan kalaupun saya lamban dalam menangani permasalahan dan kurang bermutu dalam menyampaikan aspirasi , ya maklum namanya juga pentium 2 . Saya menilai dengan gelar yang seperti itu , justru lebih tidak terikat dengan beban ketimbang jabatan yang tinggi . Tapi jujur saja , kalau wong cilik ini di beri bayaran 28 / bulan dan kapasitas core duo , saya sama sekali tidak menolaknya , lha siapa toh yang mau memberi itu ?

Kebudayaanku di telan bumi tak di museumkan

Budaya Oktober 28th, 2010

Saya terkadang heran sendri , kalau mengucapkan kata kata dalam bahasa negara lain mungkin bisa melafalkannya dengan lancar dan fasih , tapi mengucapkan bahasa daerah sendiri masih blepotan . Terlebih lagi untuk menuliskannya , saya jamin 100 % ” tidak bisa ” tanpa adanya buku panduan . Padahal semua itu merupakan kebudayaan  sendiri , kebudayaan daerah tempat saya lahir dan di besarkan . Kebudayaan ini seolah terlupakan , perlahan lenyap di telan bumi .

Saya sebagai orang jawa  , aneh rasanya tidak bisa mengucapkan kata kata dalam bahasa jawa kromo inggil atau menuliskannya ke dalam aksara jawa . Dari generasi ke generasi , budaya Jawa kromo inggil sudah menuju ambang di anggap basi dan tidak lagi di perlukan dalam kehidupan sehari . Identitas daerah sudah tidak di anggap penting lagi  . Kalau saya sendiri saja masih blepotan dan tidak bisa menuliskanya tanpa buku panduan ,  bukan tidak mungkin generasi setelah saya akan sama sekali tidak mengerti . Dan anehnya lagi saya dengar untuk mata pelajaran bahasa daerah jawa mulai di tiadakan di beberapa sekolah , duh .Kalau seperti ini bisa bisa kebudayaan yang satu ini akan lenyap tanpa jasad , bahkan tidak di temukan di museum sekalipun .

Tidak hanya itu saja , untuk hitungan hari jawa seperti wage , kliwon , pahing , pon , legi dan seterusnya , saya juga kurang mengerti . Apalagi menghitungnya berdasarkan nilai masing masing hari , untuk mengurutkanya dengan benar saja saya tidak hafal . Padahal kedua orang tua saya selalu mengejawantahkan urutan hari seperti ini , dan menerapkannya untuk meramalkan cuaca sebelum memasuki musim tanam padi . Kenyataanya sampai sekarang saya masih tidak paham tentang semua itu . Entahlah , ketidak pahaman  ini lantas karena ketidak pedulian , tidak memerlukannya , atau mungkin karena benar benar leletnya otak pentium 2 saya untuk memahaminya .

Saya merasa seperti kacang lupa sama kulitnya . Lahir  dan di besarkan di daerahnya , tapi kurang begitu peduli terhadap  kebudayaan daerah sendiri . Sampeyan pernah membaca atau mendengar lagu ” ilir ilir ” karya Kanjeng Sunan Kali Jaga ? , tidak lama sebelum ini saya baru mendapatkan liriknya dari youTube dan menghafalkanya . Sebelumnya hanya beberapa baris saja yang saya tau , itupun tanpa mengerti maksud dari setiap kalimatnya . Ironis memang , saya yang di lahirkan dan di besarkan di Demak tidak mengerti karya daerah sendiri . Anehnya lagi hal semacam  ini tidak hanya saya seorang , mungkin ribuan bahkan jutaan orang di negeri ini .

Saya berani menuliskan seperti ini karena fakta yang saya temukan tidak jauh berbeda dari semua di atas . Tidak jarang saya menemui seseorang yang tidak bisa mengucapkan  bahasa daerah sendiri , tidak mengerti kebudayaan daerah sendiri . Dalam hal ini adalah bahasa jawa kromo inggil . Itu bisa dilihat dari setiap perkenalan dengan beberapa teman . Saya sering di tanya apakah saya jawa atau china ? saya jawab ” Jawa , karena saya di lahirkan dan di besarkan di jawa “. Bisa bahasa mandarin  ?, saya bilang ” bisa “ , dan di tanya apakah bisa berbahasa jawa kromo inggil ? ” bisa , meskipun masih blepotan . Lha wong orang jawa kok” . Tapi ketika saya balik tanya dengan menggunakan bahasa jawa kromo inggil , yang terjadi sebaliknya ” maaf mas , pakai bahasa Indonesia saja . Saya tidak bisa berbahasa jawa kromo inggil , sudah banyak yang lupa mas ” Lho kok ,…. ?

Terus terang saja kemaren saya sempat tercengang membaca komentar dari  Wardz . Ia menuliskan kalau salah satu tetangganya tidak bisa berbahasa daerah seuasai merantau di luar negeri dan memutuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asingnya dalam kehidupan sehari hari di daerahnya sendiri .

Mungkin ini sekedar mengingatkan kepada kita saja  sebelum terlambat . Seyogyanya kita tetap melestarikan kebudayaan daerah kita , bahasa daerah kita sendiri . Jangan sampai karena kurang keperdulian kita terhadap kebudayaan sendiri , berakibat di klaim daerah atau negara lain sebagai kebudayaanya dan kita baru gembor gembor menyuarakan bahwa itu kebudayaan kita . Kalau sudah seperti itu , siapa yang pantas di salahkan ? , itu menjadi bahan koreksi untuk diri kita sendiri termasuk saya tentunya . Kita pasti tidak menginginkan kebudayaan daerah kita lenyap di telan bumi tanpa jasad dan tidak di museumkan dan itu semua jawabannya ada pada diri kita sendiri .

Wisata Korea Seoul 2

Wisata, luar negeri Oktober 25th, 2010

Salah satu keuntungan mengunjungi tempat wisata korea khususnya Seoul adalah lokasinya mudah di jangkau oleh han-gang-riversarana transportasi umum . Hanya dalam jangka waktu setengah hari saja , saya bersama kedua sahabat mampu mengunjungi 3 tempat wisata sekaligus yaitu di taman yeoeuido , sungai han gang , dan museum nasional Korea  . Kebetulan sekali ketiga tempat ini di hubungkan dengan jarak yang berdekatan , sehingga kami punya 2 alternatif untuk menuju ke lokasi yang satu ke lokasi lainnya .

Alternatif pertama dengan jalan kaki sambil menikmati keindahan kota Seoul , menghirup kebersihan dan kesejukan udara di kota Seoul . Sedangkan alternatif kedua dengan naik kereta bawah tanah . Di sini kami di sajikan pemandangan megah dan mewah gaya arsitektur bangunan stasiun daerah Seoul . Kalau saya pribadi menilai , meskipun sifatnya lokal kemegahan dan kemewahanya tidak kalah jauh dengan Bandara International Soekarno Hatta . Padahal bangunan stasiun yang seperti ini tidak hanya satu , bahkan hampir stasiun kereta bawah tanah khususnya daerah Seoul pasti memiliki gaya arsitektur yang mewah dan megah . Suatu saat nanti kalau sampeyan ke sini dan melihatnya dengan mata kepala sendiri , saya yakin sampeyan akan takjub , heran , seakan tidak percaya bahwa bangunan yang seperti itu terletak di bawah tanah dan kalau di lihat dari atas hanya seperti toko kecil biasa . Saya sendiri sangat menyayangkan semua ini , kenapa bukan Indonesia ya ? kok Korea  , seandainya semua ini adalah Indonesia .

Sesampainya di stasiun tujuan ( stasiun yeoeuido ) , kami bertiga sepakat untuk ke taman yeoeuido terlabih dahulu .dscn0081 Taman ini seperti terletak di tengah kota , atau mungkin saja di sebut taman kota . Sehubungan hari minggu , tempat ini sangat ramai di kunjungi orang . Mayoritas dari mereka adalah kedua orang tua bersama anaknya dan beberapa pasangan anak muda . Berdasarkan penilaian saya , taman ini tidak terlalu istimewa . Tidak ada nilai khas tersendiri kalau di bandingkan taman kota lainnya dan tidak jauh berbeda . Saya sempat ambil foto di sini sebagai kenang kenangan , sekaligus sebagai ajang narsis diri :D .

Dari taman yeoeuido , berjalan kaki menuju sungai han gang kurang lebih dengan jarak 1 km . Begitu sampai sungai han gang , saya benar benar di hanyutkan oleh keindahan sungai ini . Masalah yang menyelimuti kepala serasa hilang seketika melihat sungai han gang . Hanya saja yang sangat di sayangkan , kami telat beberapa menit ketika datang ke sini . Kami tidak bisa menaiki perahu besar mengelilingi keindahan kota Seoul dari sisi sungai han gang . Kalau sampeyan tertarik untuk naik perahu ini seperti gambar di atas , sampeyan cukup merogoh saku sebesar 13.000 won atau 107.900 rupiah ( kurs 8,3 ) . Dengan perahu ini sampeyan akan di bawa melihat keindahan kota Seoul dari pinggiran sungai han gang selama 70 menit dan menuju Tamsil yang juga merupakan tempat wisata semacam dunia fantasi kalau di Indonesia . Untuk jadwal pemberangkatan perahu ini dari han gang yeoeuido , jam 11: 30 , 14 : 20 , dan 17 : 40 . Itu jadwal yang saya sempat ingat kemaren , dan kami tiba di lokasi sekitar jam 14 : 40 . Dengan penuh penyesalan kami tidak bisa menaiki perahu  , kalaupun harus menunggu jam 17 : 40 , resiko pasti terlambat sewaktu pulang nanti .

Sepertinya waktu masih memungkinkan untuk jalan jalan , dan tempat selanjutnya museum nasional Korea . Dari sungai han gang menuju museum nasional Korea dengan kereta bawah tanah hanya beberapa menit saja , mungkin dscn00961hanya melewati 1 atau 2 stasiun . Dalam perjalanan ini , kami sempatkan untuk sekedar lewat di depan KBRI Korea . Karena hari minggu KBRI tutup , kami pun tidak mampir dan langsung menuju moseum nasional Korea . Dengan membeli tiket seharga 3000 won untuk orang dewasa , 2000 won untuk anak anak kita bisa melihat berbagai macam benda bersejarah dari bumi Korea . Di mulai dari bebatuan di jaman purba , hiasan dinding , pagoda , peralatan perang dan banyak lagi benda bersejarah lainya bisa sampeyan lihat di sini. Untuk bangunann museum nasional Korea terhitung besar dan luas dengan lantai bertingkat 2 , jadi benda benda yang di sajikan sangat komplit dan membuat pengunjung sangat puas . Gambar di samping ini saya ambil dari halaman moseum , karena di dalam moseum tidak di perbolehkan mengambil gambar tanpa adanya ijin terlebih dahulu dan saya yakin sampeyan juga sudah tau akan hal itu .

Sampeyan pasti berpikir ” wah enak ya bisa tinggal di Korea , bisa jalan jalan di negeri gingseng yang indah itu ” . Kebetulan sekali kedua teman saya di sini adalah pecinta wisata dan salah satunya  adalah guide untuk Korea sewaktu di Bali Indonesia dulu . Dan ia di Korea kurang lebih 13 tahun lamanya , sedangkan yang satunya sudah hampir 7 tahun tinggal di Korea . Jadi sebagai teman mereka , tentu saja saya juga mengikuti  jejak mereka sebagai pecinta wisata . Kalau saja tanpa mereka , saya tidak yakin apakah saya bisa menikmati keidahan wisata Korea ini .

Kalau sampeyan penasaran dengan biaya tiket pesawat Korea Indonesia PP , biaya transportasi di Korea , biaya menginap di hotel , dan cara praktis berpetualang di tempat wisata Korea , saya sudah pernah menuliskannya di postingan sebelumnya di Wisata Korea Seoul .

Hutang pertama

Ekonomi Oktober 12th, 2010

Sebelumnya tidak pernah hutang , sekali hutang langsung 8 ,5 juta rupiah ,duh . Nominal yang sangat besar untuk ukuran wong cilik seperti saya ini . Rasa rasanya baru beberapa hari berhutang tapi kepala seperti di penuhi beban ber ton ton . Saya sendiri sebenarnya tidak mau ambil banyak pusing memikirkannya , tapi faktanya beban itu terpikirkan secara otomatis di kepala  , menyelinap begitu saja tanpa ijin terlebih dahulu . Tidak jarang saya berfikir seperti ini  ” kenapa juga saya mesti memikirkannya , memusingkannya ? toh saya juga berkewajiban membayarnya . Di pikirkan ya harus di bayar , tidak dipikirkan pun juga harus di bayar “ . Entahlah , itu karena pengalaman hutang pertama ataukah karena berhutang dengan jumlah yang besar ?  atau mungkin kedua duanya malahan ?

Saya tidak habis pikir kira kira seperti apa keprihatinan orang yang berhutang dalam jumlah lebih besar dan berbunga . Terlebih lagi hutang tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari sehari , bukan untuk keperluan usaha , wah …..  benar benar tidak terbayangkan oleh kepala pentium 2 saya ini . Di sini saya hutang kepada teman sekerja sendiri . Kalaupun ada keperluan mendadak , saya mungkin dengan mudah bilang kepada teman ini kalau saya baru sanggup membayarnya bulan depan atau lain waktu , dan saya pun juga yakin kalau teman saya ini meng iya kannya . Tapi yang saya rasakan sampai saat ini , beban ” hutang ” itu selalu menggerogoti hati dan pikiran saya setiap hari . Setiap memikirkan bahwa bulan depan gajian , maka pasti  terpikirkan ” ah ,…. mesti bayar hutang , duh… ” .

Sekarang saya sedikit mengerti kenapa dulu kedua orang tua saya selalu melafalkan mantra keluh kesah karena hutang . Dan saya sekarang bisa memahami kenapa mesti ada do’a yang di khususkan untuk cepat melunasi hutang , karena seperti inilah rasa keprihatinan memiliki tanggungan hutang . Tidur tak nyenyak , makanpun tak bisa kenyang , walah walah .

Hutang saya kepada teman ini tanpa adanya bunga , bagaimana kalau di syaratkan ada tambahan bunga ? aduh aduh ,… tambah mumet pastinya . Tenang , teman saya tidak setega itu . Lantas bagaimana dengan rasa keprihatinan seseorang yang berhutang dengan jumlah besar , dan mesti mengembalikannya dengan tambahan bunga ? Atau malah mesti mengembalikannya berdasarkan harga logam mulia emas ? Dengar dengar hal seperti ini tidak di perbolehkan dalam keyakinan kita , benar tidaknya saya belum paham betul . Mungkin saya tidak terlalu alim soal urusan seperti ini . Menurut saya pribadi , kalau memang untuk kebutuhan sehari hari maka semaksimal mungkin menghindari hutang yang berbunga atau pengembalian berdasarkan harga logam mulia emas . Terkecuali untuk kepentingan usaha , maka secara hukum ekonomi sah sah saja melakukan hal seperti di atas .

Sebenarnya bisa di katakan pengalaman pertama ini untuk ajang coba coba , seperti apa rasanya memiliki tanggungan hutang dan ternyata sangat menyiksa . Sebelumnya saya paling pantang dengan yang satu ini ” hutang ” . Membeli barang apapun saya usahakan dengan cara tunai , kalaupun uang tidak mencukupi maka saya hanya bisa membeli sesuatunya berdasarkan kemampuan saja tanpa harus hutang . Nah bagaimana kalau untuk mencukupi kebutuhan ? ah ,.. saya kan belum berkeluarga ,  kebutuhan apa toh ? :D Yang sangat perlu saya garis bawahi , hutang bukanlah kebudayaan yang baik untuk di budi dayakan . Kalau tidak karena benar benar kepepet pet pet , nah baru boleh lah hutang tapi bukan sebagai kebiasaan .

Menulis menyenangkan , menulis sehat

Blog, aspirasi Oktober 8th, 2010

Kalau tidak salah , saya pernah menuliskan ” menulis bukanlah sepele ” tapi sekarang rasa rasanya berbalik menjadi 180 derajat , menulis sangat menyenangkan . Saya mengatakan seperti itu bukan  karena lantaran akhir akhir ini tulisan saya masuk posting pilihan atau target trafick blog naik , melainkan ingin mengurangi beban yang ada di kepala ini . Dengan menuliskan apa yang ada di kepala dan yang dipikirkannya , masalah terasa sedikit tersampaikan dan berkurang . Sekarang saya tanya kepada sampeyan , kenapa mayoritas seseorang kalau memiliki masalah sering meluapkanya dengan cara curhat , atau mungkin menuliskannya di buku diare ? saya rasa karena dengan begitu bisa mengurangi masalah , termasuk juga menuliskannya di blog . Hal inilah yang mengakibatkan saya suka menulis , dan merasa menulis itu sangat menyenangkan , syukur syukur bisa menjadi seorang penulis , amin .

Gemar menulis itu bukan hal yang sepele , terlebih lagi di blog . Menuliskan sesuatu di blog , berarti memberi kesempatan seluruh pengguna internet untuk membacanya .  Dan  yang perlu saya garis bawahi, pada kenyataanya tidak sedikit seorang penulis  yang mengawali karirnya lewat  blog . Mereka belajar dari pengalaman ngeblog , dan menuliskannya di lembaran kertas berupa buku . Saya sendiri juga belum tahu apakah saya juga bisa seperti itu. Sebatas ini saya menulis hanya sekedar ingin mengurangi beban di kepala saja . Saya juga tidak menolak kalau suatu saat nanti , kesukaan  menulis di blog bisa mengantarkan saya menjadi seorang penulis . Dan tentunya itu akan membuat kegiatan menulis semakin menyenangkan .

saya sendiri mengatakan bahwa profesi penulis itu profesi yang mulia , pantas di acungi jempol . Bahkan saya mengatakan penulis bisa sebagai ujung tombak untuk mempengaruhi publik atau masyarakat .Bayangkan saja kalau ia menuliskan hal hal baik di buku atau di blognya ! Berapa banyak orang yang membaca tulisanya dan terpengaruh untuk melakukan hal baik itu . Begitu juga sebaliknya , berapa banyak orang yang akan terperosok karena tulisannya itu . Napoleon bonaparte sendiri mengatakan hal yang demikian , ia lebih takut seorang penulis ( wartawan ) ketimbang seribu pasukan tentara . Semua ini mengingatkan kita untuk lebih berhati hati dalam menuliskan sesuatu di blog atau di buku yang sifatnya di publikasikan ke khalayak ramai .

Terkadang saya juga merasa was was , karena terlalu asyik ketika menulis lantas keluar alur dan terjadi hal hal yang tidak inginkan . Tulisan tulisan yang semacam itu bisa menjadi bumerang bagi saya sendiri , dan tentunya resiko juga di tanggung penumpang . Untuk menghindari hal yang demikian saya berusaha menulis dengan sehat dan tetap menyenangkan . Dan kalaupun ada tulisan yang sifatnya nyeleweng dari norma atau hukum , saya harap sampeyan mau mengingatkanya .

Oh iya hampir lupa ,  ada request dari Kang Yudhie untuk menampilkan sedikit bahasa korea di sini “  만약 당신의 삺을 장려한 이야기로 만들고 싶다면, 당신 자신이 작가이며 날마다 새로운 페이지를 쓸 기회가 있음을 깨닫는 것으로 시작하라 “==> ” manyag dangsineui salpheul jangryeohan iyagiro mandeulgo siphdamyeon , dangsin jasini jaggaimyeo nalmada saeroun phyeijireul sseul gihweiga isseumeul kaedadneun geoseuro sijaghara ” => jika kamu ingin hidupmu menjadi kisah agung , maka mulailah dengan merealisasikan bahwa kamu adalah author dan setiap hari kamu mempunyai kesempatan untuk menulis pada lembaran baru ** Mark Houlahan ** , di kutip dari buku ” Great Words of Great Minds “