Biaya kebutuhan hidup di korea
Ekonomi, Wisata, luar negeri Desember 20th, 2010
Setiap minggunya , e-mail dan inbox facebook saya tidak pernah luput dengan pertanyaan mengenai pariwisata korea , harga tiket pesawat Indonesia - Korea PP , biaya menginap di hotel , biaya kebutuhan hidup di korea , gaya hidup orang korea dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan lain mengenai korea . Yang menyangkut lokasi wisata korea , biaya tiket Indonesia - Korea PP , biaya menginap di hotel , dan sarana transportasi di korea , saya sudah sedikit menuliskannya di wisata korea seoul dan wisata korea seoul 2 .
Kali ini saya akan mengulas sedikit mengenai biaya kebutuhan hidup sehari hari di korea . Di mulai dari tempat tinggal , biaya listrik , biaya air , dan biaya kebutuhan pangan yang saya hitung berdasarkan standar menengah kebawah . Jadi seandainya saja ada pertanyaan lagi tentang hal ini , mungkin saya akan menjawabnya cukup dengan copy paste link postingan ini .
Untuk yang pertama , tempat tinggal . Mayoritas penduduk korea bertempat tinggal di apartemen . Harga sewa kontrakan bervariasi berdasarkan besar kecilnya uang jaminan . Semakin besar uang jaminan , pembayaran sewa semakin murah . Begitu juga sebaliknya . Untuk sebuah apartemen berfasilitas 1 kamar tidur ( 3 x 3 M ) ,1 ruang dapur ( 2 x 3 M ) , 1 ruang tengah ( 2 x 4 M ) , dan 1 kamar mandi ( 2 x 2 M ) harga sewa di patok kurang lebih 150 ribu won / bulan . Kalau di rupiahkan dengan nilai kurs hari ini ( 1 won = 7,83 rupiah ) , maka 150 .000 x 7,83 = 1. 174 .500 rupiah .
kedua , biaya air dan listrik . Untuk beban ini , antara musim panas dan musim dingin ada sedikit perbedaan . Biaya air dan listrik untuk musim panas sekitar 130 ribu won , musim dingin 150 ribu won . Alasannya kenapa berbeda , karena ketika musim dingin ada pengluaran tambahan berupa gas atau boiler yang berfungsi sebagai penghangat ruangan . Kalau saya ambil biaya rata ratanya menjadi 140 ribu won / bulan . Untuk nilai rupiahnya 140.000 x 7,83 = 1. 096.200 rupiah .
Dan yang ketiga , biaya makanan sehari hari . Di sini saya mengambil harga sebuah masakan yang paling murah saja , yaitu sekitar 2 500 won . Untuk rata rata sebuah masakan di tarif 3 500 won dan menengah ke atas 5 000 - 8 000 won , sedangkan untuk sebuah masakan Indonesia di warung Indonesia biasanya di tarif 6000 won . Kalau mengambil harga termurah yakni 2 500 won , sehari 3 kali menjadi 7 500 won sehari . Atau mungkin lebih berhemat sedikit , katakanlah pagi sarapan hanya dengan roti seharga 1 000 won maka 5 000 + 1 000 = 6 000 won perhari . Jadi untuk biaya makan selama 1 bulan = 6 000 x 30 = 180 . 000 won , dalam bentuk rupiah 180.000 x 7,83 = 1. 409 . 400 rupiah
Jadi jumlah total untuk biaya tempat tinggal , biaya air dan listrik , dan biaya makan sehari hari menjadi 1. 174 . 500 + 1. 096. 200 + 1. 409 . 400 = 3 . 680 . 100 rupiah . Kesimpulannya untuk tinggal di korea , setidaknya berpenghasilan minimal 3 . 680 . 100 rupiah / bulannya . Jumlah itu saya ambil dengan dasar minimal untuk daerah hwaseong . Kalau seorang pelajar ( beasiswa / tukar pelajar ) hanya dengan uang saku US 80 dollar / bulannya , saya rasa itu kurang jauh dari cukup , terkecuali asrama sudah di sediakan oleh pemerintah atau yayasan . Sedangkan yang urusanya untuk berbisnis , mungkin tidak ada masalah karena saya yakin hasil yang di dapatkan tentunya lebih besar dari jumlah itu . Lalu bagaimana dengan yang wisata ? mungkin itu tergantung berapa lama berwisata di korea atau tinggal di korea .
Itu sedikit gambaran mengenai biaya kebutuhan pokok di korea sebagai jawaban dari pertanyaan pertanyaan sahabat selama ini .
kemaren , tapi sampai detik ini hari Senin 29 November jam 18 : 57 waktu setempat belum ada tanda tanda peperangan akan pecah . Yach ,… syukurlah kalau memang tidak terjadi perang , itu adalah harapan utama saya dan saya yakin sampeyan juga berharap sama seperti saya . Sampai detik saya menuliskan ini , belum ada kabar berita bahwa pihak
yeonphyeong . Berita ini saya dapat dari salah satu stasiun televisi korea tadi malam . Sampai detik ini juga stasiun televisi itu masih menayangkan siaran langsung dari perkembangan
sarana transportasi umum . Hanya dalam jangka waktu setengah hari saja , saya bersama kedua sahabat mampu mengunjungi 3 tempat wisata sekaligus yaitu di taman yeoeuido , sungai han gang , dan museum nasional Korea . Kebetulan sekali ketiga tempat ini di hubungkan dengan jarak yang berdekatan , sehingga kami punya 2 alternatif untuk menuju ke lokasi yang satu ke lokasi lainnya .
Taman ini seperti terletak di tengah kota , atau mungkin saja di sebut taman kota . Sehubungan hari minggu , tempat ini sangat ramai di kunjungi orang . Mayoritas dari mereka adalah kedua orang tua bersama anaknya dan beberapa pasangan anak muda . Berdasarkan penilaian saya , taman ini tidak terlalu istimewa . Tidak ada nilai khas tersendiri kalau di bandingkan taman kota lainnya dan tidak jauh berbeda . Saya sempat ambil foto di sini sebagai kenang kenangan , sekaligus sebagai ajang narsis diri
hanya melewati 1 atau 2 stasiun . Dalam perjalanan ini , kami sempatkan untuk sekedar lewat di depan KBRI Korea . Karena hari minggu KBRI tutup , kami pun tidak mampir dan langsung menuju moseum nasional Korea . Dengan membeli tiket seharga 3000 won untuk orang dewasa , 2000 won untuk anak anak kita bisa melihat berbagai macam benda bersejarah dari bumi Korea . Di mulai dari bebatuan di jaman purba , hiasan dinding , pagoda , peralatan perang dan banyak lagi benda bersejarah lainya bisa sampeyan lihat di sini. Untuk bangunann museum nasional Korea terhitung besar dan luas dengan lantai bertingkat 2 , jadi benda benda yang di sajikan sangat komplit dan membuat pengunjung sangat puas . Gambar di samping ini saya ambil dari halaman moseum , karena di dalam moseum tidak di perbolehkan mengambil gambar tanpa adanya ijin terlebih dahulu dan saya yakin sampeyan juga sudah tau akan hal itu .
About





