Selamat jalan teman ( korban tersikut )

Tak Berkategori Nopember 20th, 2010

Kamis 18 November 2010 tepat pada jam 18 : 05 korban tersikut , secara resmi angkat kaki meninggalkan tempat kerjaanya . Saya sendiri juga tidak yakin apakah nanti di tempat kerjanya yang baru , ia akan menjadi korban sikut sikutan lagi atau malah menjadi pelaku penyikut . Hal yang seperti ini tidak lagi untuk di herankan , sudah mengakar dan menjadi budaya kita entah itu secara sadar atau tidak tapi itu nyata . Di sisi lain ” pemeran panggung drama ” bisa saja menjadi korban , tapi di waktu dan tempat yang berbeda bukan tidak memungkinkan ia menjadi pelakunya . Terus menerus seperti ini . Yach,…  sekali lagi ” tidak heran ” , kalau memang kebaikan yang di lakukan , mutlak yang di terima adalah kebaikan pula . Tapi ,… kalau itu keburukan seperti halnya sikut sana sini , mungkin sudah sewajarnya saja kalau yang di terima cukup keburukan itu sendiri .

Sesama pekerja  untuk sesuap nasi , saya merasakan ada kesedihan dan pilu melepaskan kepergianya . Saya tidak bisa mengeluarkan satu katapun untuk dia , entahlah karena semua itu juga sama persis seperti yang saya alami ketika pertama kali memasuki panggung drama dinamika kerja ini . Hanya saja sebelum melangkahkan kaki menuju pintu gerbang ia sempat meminta saran .

” Mas ,… ada saran untukku ? aku minta saranya mas !!! “

” Lho ,… saran apa toh li ? lha wong aku juga sama sepertimu sesama pemeran drama panggung ini . Apa yang kamu rasain juga gak jauh berbeda ma yang aku rasain . aku rasa kamu tau maksudku “

” Ya ,.. bukan begitu mas , paling tidak mas huda di sini lebih tua dan mampu bertahan selama ini . Aku lihat selama ini sampeyan selalu tersenyum menandakan betah dan  menikmati semua ini . Kayaknya sampeyan bahagia “

” Li ,… lebih tua gak jaminan banjir pengalaman lho . Begini lho li ,… sebenanya memang aku udah gak heran ma hal yang seperti ini , kenapa ? pertama : ini bukan pengalaman pertamaku kerja di luar negeri , kedua : mungkin ketika menghadapi di posisi sepertimu sekarang ini , aku jauh lebih muda dari pada kamu . Pertama kali kaki ini mengenal ” perang ” di luar negeri , aku baru menginjak umur 19 tahun . “

” Nah itu dia mas ,… makanya aku minta saranya mas !! ”

” Begini saja li ,… aku gak bisa ngasih saran tapi mungkin cuman memberitahu aja , yang perlu kamu garis bawahi di sini , kamu sekarang berada di luar negeri . Di sini kamu di hadapin ma orang orang yang belum kamu tau budaya dan cara pikir mereka sepenuhnya , baik itu warga sini sendiri ataupun pekerja asing lain . Kamu gak semudah menebak pikiran orang yang sewarga negara ma kita , mereka benar benar berbeda dan kita gak tau apa yang mereka pikirin . Susah bagi kita menebak pikiran mereka dan dari situ kita gak tau apa yang mereka inginkan , yang mereka rencanakan . Untuk bisa menjembatani itu semua , antara kamu dengan mereka adalah bahasa . Kita mesti menyadari secara penuh perselisihan dalam dunia kerja seperti ini khususnya di luar negeri , faktor utamanya adalah ” missed komunikasi ” , kita susah beradaptasi karena hal ini , kita gak tau orang itu seperti apa juga karena hal ini , makanya aku sebut ” By language we are master the world ” , kelihatannya mungkin sepele , tapi itu penting . ”

” Memang banyak yang bilang kalau yang penting kerjaan beres , soal bahasa gak penting ”

” Ha ha ha semuanya berurutan li , gak bisa berdiri sendiri ”

” Saran terakhir mas !!! ”

” Kamu ini ngomong kayak gitu seolah kita gak bertemu lagi , aku gak bisa kasih saran li . Paling paling kalaupun aku kasih saran itu cuman pengulangan kata yang udah ada and tentunya kamu juga udah sering dengerinya . Aku sendiri juga takut kalau ngasih saran ke orang lain tapi akunya masih gak bener , itu seperti pengecut bagiku . Oh iya li satu lagi , sebenarnya semua ini ,…. pengeluaran kamu ini sudah di rencanakan dari awal oleh mereka “

” Iya mas , aku merasakannya . Licik banget ya … ”

” Yach ,… seperti itulah panggung drama. Mau menghindar juga gak nyelesein masalah , mau gak mau kita mesti ngadepinya , asal kita sendiri juga jangan kayak pengecut . Suka bikin masalah tapi takut ma masalah itu sendiri  . Kita datang ke sini sebagai ksatria , kita gak suka bikin masalah tapi gak takut ma masalah  “

” Ya udah kalau gitu mas , aku pamitan dulu ,… semoga dapat kerjaan di daerah sini sini aja , jadi deketan terus kita bisa gampang ketemuan . Oh iya mas satu lagi kenapa sampeyan bertahan di sini sejauh ini ?? “

” Hayyyyah , banyak lah alasanya … kalau aku ceritain sekarang , ntar kamu gak bakal nelpon aku lagi dan lagi aku akan nyeritain itu semua setelah kamu dapet kerjaan baru OK ?? “

Dan ,… jabatan kedua tangan . Saat saat untuk perpisahan . Haahhhh saya sendiri tidak habis pikir kenapa harus ada yang seperti ini , memang benar kehidupan ini serasa berat tapi juga bukan berarti mesti melepaskan beban itu . Seberat apapun itu mesti di panggul . Mungkin kita bisa bersenyum menghadapi itu semua karena senyum adalah cara terbaik menghadapi masalah dan diam cara terbaik menghindarinya tapi hanya senyum saja tak cukup efisien menyelesaikan masalah dan menghindar dari masalah bukan berarti lepas darinya , hanya menundanya saja . Sepertinya  dia akan mobat mabit menghadapi semua ini , tidaklah cukup mudah mencari pekerjaan di negeri orang . Tanpa penguasaan bahasa dan kurangnya informasi lokasi yang akan di tuju ,.. itu akan menjadi masalah yang akan di hadapi nanti . Yach ,… entahlah selamat berjuang kawan , selamat jalan .

TKI di Korea mahal harganya

Ekonomi, Kesempatan Kerja, luar negeri Oktober 15th, 2010

Selama 13 tahun  terakhir Hyundai Electric Wire . Co.Ltd tidak pernah absen menggunakan tenaga kerja asal Indonesia . nodongbu2Sampai detik ini , perusahaan tempat saya bekerja ini belum berkeinginan untuk menjajal tenaga kerja asal negara lain terkecuali Indonesia . Sebelumnya memang pernah sekali memakai tenaga kerja asal China dan Vietnam , hasilnya sama sekali tidak memuaskan . Tenaga kerja asal Vietnam hanya mampu bertahan kurang dari 1 tahun , sedangkan asal China hanya 1 bulan . Itupun meninggalkan pengalaman pahit bagi Hyundai Electric Wire .Co.Ltd ini .

Sepertinya selama kurun waktu 13 tahun , tenaga kerja asal Indonesia lah yang mampu menunjukkan dedikasinya dan memberikan stempel kualitasnya di perusahaan ini . Hal yang sama tidak hanya di alami Hyundai Electric Wire .Co.Ltd saja . Banyak perusahaan besar lain yang mengatakan demikian , ” Indonesia is the best ” . Setelah sekian lama dan banyaknya memakai tenaga kerja asing selain Indonesia , mereka bisa menilai mana yang pantas di acungi jempol . Dari pengalaman yang sudah sudah , kedepannya mereka selalu menggunakan tenaga kerja asal Indonesia . Hanya saja satu hal yang sering mereka keluhkan , untuk mendapatkan tenaga kerja asal Indonesia ini susahnya minta ampun dan harganya mahal di korea , terlebih lagi untuk saat ini. Wah saya rasa rasanya bangga menjadi warga negara Indonesia , naik level .

Memang saya akui untuk mendapatkan tenaga kerja asal Indonesia ini susah dan mahal .Kalau pihak perusahaan mengambil langsung dari Indonesia , perusahaan di wajibkan untuk sabar . Perusahaan harus mengikuti prosedur yang telah di tetapkan oleh Human Resources Development  Services of Korea ( HRDS Korea ) dengan menunggu kurang lebih 3 sampai 4 bulan , itupun kalau dari pihak Indonesianya lancar . Dan lagi pihak perusahaan mesti merogoh dompet untuk membiayai visa dan pembelajaran selama training pengenalan budaya korea dan tentang keselamatan kerja kurang lebih sebesar 400 ribu won . Selama ini yang sering mereka keluhkan adalah terlalu lamanya proses di Indonesianya , sedangkan dari pihak perusahaan bekerja sama dengan HRDS Korea sudah berusaha memprosesnya dengan cepat dan tepat .

Sedangkan kalau pihak perusahaan tidak mau ribet dengan urusan proses di atas , biasanya perusahaan menggunakan langkah yang ke dua yaitu mengambil tenaga kerja pindahan dari perusahaan lain . Tapi disini saya tegaskan , untuk mendapatkan tenaga kerja asal Indonesia tidak semudah membalikkan telapak tangan , susah dan mahal . Di Hyundai Electric Wire .Co.Ltd sendiri 4 bulan yang lalu membuka lowongan untuk tenaga partner manager , tapi sampai sekarang masih nihil . Kalau dari perusahaan menawarkan gaji basic 928 ribu won , dan lembur 6 ribu won perjam ( upah minimum standar depnaker korea 2010 ) sudah dapat di pastikan calon pekerja asal Indonesia ini akan menolaknya . Sebagian besar tenaga kerja asal Indonesia lebih menghendaki gaji besar dengan kisaran gaji basic 1,1 juta won sampai 1,15 juta won dan lembur  antara 8 ribu won sampai 10 ribu won perjam .

Untuk lebih memudahkan perusahaan mengambil tenaga kerja asal Indonesia ini , tidak sedikit perusahaan menawarkan apa yang menjadi permintaan tenaga kerja asal Indonesia . Pihak perusahaan menawari berapa gaji yang di inginkan calon pekerja , apa fasilitas yang di inginkan dan hal hal lain yang menjadi kebutuhan calon pekerja asal Indonesia ini . Upaya semacam ini saja terkadang masih kandas karena tenaga kerja masih melihat banyak hal , mungkin kelayakan perusahaan , management perusahaan , sikap dan sifat karyawan perusahaan dan masih banyak lagi yang menjadi pertimbangan tenaga kerja asal Indonesia . Namun hal yang demikian sama sekali tidak mengurangi citra tenaga kerja Indonesia sedikitpun . Tenaga kerja Indonesia bekerja dengan benar benar berkualitas , tidak hanya setor muka saja .  Pihak perusahaan tentunya tidak akan mengabulkan permintaan pekerja kalau memang secara  kualitas tenaga kerja asal Indonesia ini adalah buruk . Read the rest of this entry »

Buruh bertampang pelajar

aspirasi, luar negeri September 23rd, 2010

Saya terkadang heran sendiri , apakah tampang saya ini masih patut sebagai tampang pelajar ?. Setelah saya berkaca dan amati dalam dalam , rasa rasanya terlalu jauh kalau di bilang sebagai tampang pelajar , mungkin seperti langit tingkat tujuh dan sumur kering malahan . Sudah jelas muka saya di sini begitu kelihatan berumur ( kerut tua ) , masih saja di katakan sebagai pelajar , wah .

Entahlah dari sisi mana mereka menilai kalau saya ini pelajar , padahal kenyataanya adalah buruh kasar . Mayoritas awal dari setiap perkenalan saya dengan teman teman , mereka menebak kalau saya ini mahasiswa . Hal yang serupa juga terjadi di dunia maya , awal pertemanan tebakannya pasti sebagai pelajar . Dan yang paling membuat saya heran , orang korea sendiri juga menebak hal yang sama , duh . Kalau di dunia maya yang sering di tanyakan di awal perkenalan adalah seperti ini ” kamu di sana kuliah ya ? “ ha,…. kuliah ?  duit siapa ? boro boro kuliah di sini di luar negeri , bisa kuliah di negeri sendiri saja sudah bersyukur , mungkin tidak bakal datang ke sini malahan . Barangkali saja maksudnya adalah ” kuli spasi ah ” –> kuli ah , nah kalau ini baru tebakan yang benar .

Seperti pada kejadian barusan di kereta bawah tanah , saya terlibat pembicaraan dengan sekelompok TKI dan beberapa orang korea sepulang menghadiri pengajian umum tadi siang . Posisi saya berdiri dengan telinga di tutupi headset dari ipod , seakan tidak peduli apa yang mereka bicarakan . Saya amati sekelompok TKI ini kewalahan menjawab berbagai pertanyaan dari beberapa orang korea , mungkin saja bahasa korea mereka masih belum lancar . Saya masih saja menikmati alunan lagunya group band FT Island , ketika memasuki topik mengenai budaya di Indonesia , dan kepenguasaan bahasa inggris , saya melepas head set . Sekilas saya mendengar bahwa mereka ternyata adalah china korea , saya langsung angkat bicara dan apa yang terjadi ? . Entahlah tiba tiba saya begitu nyrocos ngalor ngidul ngomongnya , spontan perhatian orang sekitar pada kami .

Wah , rasa rasanya seperti menjadi pahlawan saja . Jangan salah dulu !, saya berani nyrocos seperti itu karena mereka china korea dan bahasa yang saya pakai juga bahasa mandarin  campur bahasa korea . Dari mulai tanya ini dan itu sampai juga mereka bilang seperti ini ” Kamu pelajar ya ? “ what,… ? pelajar ? ah ngacau banget ini orang . Saya bilang kalau saya ini hanya buruh , sama halnya seperti mereka . Dan yang membuat muka saya ini merah padam , mereka bilang ” untuk ukuran tenaga kerja asing , bahasa mandarin dan bahasa korea kamu sangat luar biasa bagusnya “ hayyyah ini orang tidak memberi kesempatan muka saya putih toh ,…. sudah merah begini dari tadi . Yang membuat saya tambah dan tambah heran lagi , kenapa juga sekelompok TKI tadi masih bertanya kepada saya ” mas , sampeyan pelajar ya ? “ duh ,… pada hal sudah saya katakan kepada orang china korea tadi kalau saya juga buruh biasa .

Read the rest of this entry »

TKI Ilegal

Kesempatan Kerja, luar negeri Agustus 23rd, 2010

Siapa toh yang ingin hidup susah ? . Saya yakin tidak ada orang yang hhh1menginginkan nasibnya menjadi orang susah . Sama halnya dengan calon TKI , mereka juga tidak menginginkan hidup susah , tidak menginginkan menjadi TKI ilegal nantinya di luar negeri . Tapi kenapa pada kenyataanya jumlah TKI ilegal bukannya berkurang tapi malah sebaliknya ? apakah mereka calon TKI yang menginginkan hal itu ? Lantas kenapa semuanya bisa terjadi ?

Kalau gambaran TKI resmi saja adalah sebuah momok yang menakutkan , tentu saja nasib TKI ilegal lebih mengerikan . Posisi TKI ilegal terlepas dari segala peraturan dan ketentuan yang berlaku . Mereka tanpa mengantongi asuransi , jaminan sosial tenaga kerja ( jamsostek ) , standar gaji yang telah di tentukan , perlindungan ketenaga kerjaan dan lain sebagainya . Karena terlepas dari itu semua , dari pihak perusahaan atau majikan pemakai tenaga ilegal ini bisa saja seenaknya memperlakukan mereka , contoh saja menerapkan gaji jauh di bawah upah minimum , memberikan jam kerja yang terlalu berlebihan dengan nilai lembur yang tidak sepadan , mengurangi segala fasilitas yang seharusnya menjadi hak TKI , perlakuan kasar dan masih banyak lagi .

Menanggapi perlakuan yang demikian , TKI ilegal tidak bisa berbuat apa apa selain pindah kerjaan dan pindah . Mereka TKI ilegal tidak terikat kontrak kerja dengan perusahaan atau majikannya , semua peraturan merupakan ketentuan dari pihak majikan , sepenuhnya wewenang majikan . TKI ilegal tidak berhak menuntut apa yang menjadi haknya , kalaupun saja mereka menuntutnya tentu dengan resiko ” akan di panggilkan polisi imigrasi ” dan dampaknya adalah pulang ke negara asal . Dengan ancaman yang seperi ini , sering terjadinya penunggakan gaji dan  penganiayaan yang sudah lazim kita dengar . Jikalau TKI ilegal tidak menghendaki hal yang demikian terjadi , maka solusinya adalah pindah kerjaan atau kabur .Kalau mereka keluar atau kabur setelah menerima gajinya secara utuh masih mendingan , bagaimana kalau sebagian gaji atau bahkan semua gaji belum di bayarkan ? Pada hal mayoritas TKI ilegal untuk mendapatkan sebuah pekerjaan tidak jarang harus mengeluarkan uang guna membayar jasa orang yang mencarikan pekerjaan , dan itu jumlahnya tidak sedikit . Bagaimana kalau seperti ini terjadi secara terus menerus ? jawabanya,  TKI ilegal ini tidak bisa mengantongi uang .

Read the rest of this entry »

Nasib TKI

Ekonomi, luar negeri Agustus 2nd, 2010

Saya sendiri kurang mengerti apa alasan mereka terlalu  ” dscn00271memandang sebelah mata ” TKI . Seringnya saya menjumpai pembicaraan yang  mengesankan bahwa dengan menjadi TKI adalah lahan penganiayaan , pekerjaan terpaksa bagi orang berpendidikan rendahan , buruh bawahan penggadai keluarga , pelampiasan orang orang yang prustasi dengan malasnya mencari pekerjaan di negeri sendiri , dan masih banyak lagi. Bahkan saya sendiri pernah terlibat langsung dalam pembicaraan mengenai topik TKI , diantaranya ada yang mengatakan ” gak kapok kapoknya para TKW di siksa di sana , di perkosa , di gaji apa adanya . Masih ada saja yang mau kerja di luar negeri, kayak gak ada kerjaan di negeri Indonesia tercinta ini , di Indonesia masih banyak kerjaan melimpah, malasnya mereka aja nyari pekerjaan. Maunya pendidikan pas pas an minta gaji melimpah ” . Dari awal pembicaraan saya hanya menyaring setiap perkataan mereka , tapi rasa rasanya terlalu pengecut bagi saya kalau hanya diam saja , toh saya mantan TKI waktu itu, hanya saja mereka belum mengetahuinya . Saya hanya angkat sedikit kata saja ” Apa sampeyan siap memberikan pekerjaan untuk mereka ? , gak usah gaji yang banyak lah , cukup UMR saja udah cukup. Gak usah banyak banyak dari mereka yang sampeyan tampung, cukup 2 saja apa sampeyan sanggup ? itu paling tidak mengurangi jumlah mereka. kita belum cukup tau seberapa besar kebutuhan mereka . Aku rasa kita boleh tidak suka , tapi kalau bisa gak usah pakai menghina , toh mereka gak merugikan kita kan ? ” .Sampai akhir pembicaraan mereka memang tidak tau kalau saya pernah masuk di dunia TKI tersebut.

Read the rest of this entry »

Seoul Menjadi Kota Islam

Religi September 25th, 2009

halaman-samping-kbri-seoul1

Seoul ( Korea ) merayakan Idul Fitri

Tanggal 20 September 2009 atau 1 Syawal 1430 H kemarin merupakan momentum yang sangat berarti, hal ini tidak hanya terjadi di tanah air Indonesia tetapi di seluruh kawasan dunia, termasuk korea yang mayoritas warga negaranya adalah tidak beragama. Hari Raya Idul Fitri yang bertepatan pada hari minggu kemarin mampu merubah secara drastis ibu kota Negara dengan 70 % lebih penduduknya non beragama ini,menjadi kota islam. Hampir di setiap jalur yang menuju masjid ataupun kedutaan Negara di penuhi warga asing dengan mengenakan haji ( peci ) sambil mengumandangkan takbir, terutama di daerah I dae won dan de bang.Untuk imigran muslim yang berasal dari Bangladesh , Pakistan, india, Uzbekistan ,Turki, mesir dan lain lainnya lebih memilih sholat id di masjid besar seoul I dae won ( seoul ), Sedangkan warga muslim Indonesia lebih cenderung memilih sholat id di KBRI dae bang ( seoul ).Di dae bang ( KBRI Seoul ) sendiri sempat memancing banyak perhatian warga korea setempat,karena jumlah jamaah untuk sholat id tahun ini meningkat jauh dari tahun sebelumnya. Hal ini mungkin di karenakan idul fitri tahun ini bertepatan pada hari minggu yang kemungkinan besar hampir setiap perusahaan libur, sehingga warga muslim indonesianya bisa merayakan hari raya idul fitri di KBRI seoul.Dari tafsiran saya pribadi, jumlah jamaah di KBRI seoul mencapai kisaran 6 ribu sampai 7 ribu jamaah dari 32 ribu TKI di korea, hal ini saya lihat dari penuhnya aula KBRI , lantai 2 dan 3, beserta seluruh halaman KBRI yang luasnya sekitar 50×70 meter, di tambah lagi jamaah yang berada di taman di luar gedung KBRI. Dan yang paling berkesan bagi saya pribadi , dari keadaan seperti ini bisa membuat jalan raya sekitar macet, bukan karena kami yang yang tidak tertib dalam lalu lintas ataupun sebab lainnya,tetapi karena mereka warga korea yang penasaran dan ingin melihat lebih dekat dengan seksama kegiatan kami, bahkan tidak sedikit dari mereka yang merekam atau mengambil gambar kegiatan kami, hal inilah yang memaksa mereka berhenti sejenak dan membuat macet. Kondisi seperti ini juga mengundang perhatian salah satu stasiun televisi korea KBS World yang kantor pusatnya terletak di seberang KBRI. Memang tidaklah heran kalau keadaan seperti ini sampai mengundang perhatian warga korea setempat, karena selama perjalanan saya sendiri menuju seoul, hampir setiap kereta dengan tujuan kota seoul penuh dengan warga berpeci,di setiap stasiun transitan menuju seoul selalu berdesakan warga berpeci, setiap stasiun kota seoul terjadi antrian panjang, bahkan dari perjalanan kaki dari stasiun ke gedung KBRI saya dan rekan rekan melewati sekitar 700 orang, mereka dengan mengumandangkan takbir sambil berjalan menuju gedung KBRI, namun hanya dengan suara lirih.

Read the rest of this entry »

Bekerja Ke Korea

Ekonomi, Kesempatan Kerja, luar negeri Agustus 14th, 2009

korea1

Seperti apa yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya kalau saya akan mengusahakan posting tentang langkah dan urutan bekerja di korea, tapi rasa rasanya di postingan yang sebelumnya tdak tertuliskan “ janji “ jadi saya boleh merasa tidak begitu terikat :D , tapi sebagai laki laki saya juga tidak mau memungkiri dengan apa apa yang sudah saya katakan atau tuliskan meski saat ini saya masih di tengah balada yang sama sekali tidak saya inginkan.Baiklah, kalau berbicara tentang korea, negara korea merupakan negara tujuan kedua untuk di kuras uangnya di daratan asia setelah jepang. Dengan gaji yang berkisar 10 juta sampai 13 juta ( kurs 8,3) perbulan yang belum terhitung bonus,jaminan sosial ketenaga kerjaan dan pesangon, membuat banyak calon tki yang memilh negara korea sebagai negara yang lumayan untuk di kuras uangnya. Di samping ujian ujian yang di selenggarakan untuk penyeleksiannya lebih mudah dan lebih sedikit bila di bandingkan dengan negara jepang, persyaratan yang di butuhkan juga tidak terlalu jlimet.Meskipun dapat dikatakan ujian yang diselenggarakan lebih mudah dan lebih sedikit bukan berarti tanpa saingan dan mudah untuk lulus dan lolos bekerja di korea, karena selama ini peserta yang mengikuti ujian ke korea tidaklah sedikit, yang berjumlah kisaran 40 ribu orang sampai 70 ribu orang tiap tahapan dengan jumlah yang di ambil sekitar 3 ribu orang sampai 5 ribu orang ( tergantung permintaan Negara korea ).Dan satu hal lagi yang terpenting untuk pengurusan ketenaga kerjaan dengan negara tujuan korea hanya di tangani oleh pihak pemerintah ( BNP2TKI ) lewat program G to G semenjak tahun 2005, jadi pihak PJTKI tidak ada wewenang untuk mengurusi pemberangkatan ke korea, meskipun ada biasanya mereka menyalurkannya lewat program G to G tersebut, dan untuk biayanya juga tidak sampai 20 jutaan.Adapun tahapan untuk dapat bekerja di korea adalah sebagai berikut:

Read the rest of this entry »