Selamat jalan teman ( korban tersikut )
Tak Berkategori Nopember 20th, 2010
Kamis 18 November 2010 tepat pada jam 18 : 05 korban tersikut , secara resmi angkat kaki meninggalkan tempat kerjaanya . Saya sendiri juga tidak yakin apakah nanti di tempat kerjanya yang baru , ia akan menjadi korban sikut sikutan lagi atau malah menjadi pelaku penyikut . Hal yang seperti ini tidak lagi untuk di herankan , sudah mengakar dan menjadi budaya kita entah itu secara sadar atau tidak tapi itu nyata . Di sisi lain ” pemeran panggung drama ” bisa saja menjadi korban , tapi di waktu dan tempat yang berbeda bukan tidak memungkinkan ia menjadi pelakunya . Terus menerus seperti ini . Yach,… sekali lagi ” tidak heran ” , kalau memang kebaikan yang di lakukan , mutlak yang di terima adalah kebaikan pula . Tapi ,… kalau itu keburukan seperti halnya sikut sana sini , mungkin sudah sewajarnya saja kalau yang di terima cukup keburukan itu sendiri .
Sesama pekerja untuk sesuap nasi , saya merasakan ada kesedihan dan pilu melepaskan kepergianya . Saya tidak bisa mengeluarkan satu katapun untuk dia , entahlah karena semua itu juga sama persis seperti yang saya alami ketika pertama kali memasuki panggung drama dinamika kerja ini . Hanya saja sebelum melangkahkan kaki menuju pintu gerbang ia sempat meminta saran .
” Mas ,… ada saran untukku ? aku minta saranya mas !!! “
” Lho ,… saran apa toh li ? lha wong aku juga sama sepertimu sesama pemeran drama panggung ini . Apa yang kamu rasain juga gak jauh berbeda ma yang aku rasain . aku rasa kamu tau maksudku “
” Ya ,.. bukan begitu mas , paling tidak mas huda di sini lebih tua dan mampu bertahan selama ini . Aku lihat selama ini sampeyan selalu tersenyum menandakan betah dan menikmati semua ini . Kayaknya sampeyan bahagia “
” Li ,… lebih tua gak jaminan banjir pengalaman lho . Begini lho li ,… sebenanya memang aku udah gak heran ma hal yang seperti ini , kenapa ? pertama : ini bukan pengalaman pertamaku kerja di luar negeri , kedua : mungkin ketika menghadapi di posisi sepertimu sekarang ini , aku jauh lebih muda dari pada kamu . Pertama kali kaki ini mengenal ” perang ” di luar negeri , aku baru menginjak umur 19 tahun . “
” Nah itu dia mas ,… makanya aku minta saranya mas !! ”
” Begini saja li ,… aku gak bisa ngasih saran tapi mungkin cuman memberitahu aja , yang perlu kamu garis bawahi di sini , kamu sekarang berada di luar negeri . Di sini kamu di hadapin ma orang orang yang belum kamu tau budaya dan cara pikir mereka sepenuhnya , baik itu warga sini sendiri ataupun pekerja asing lain . Kamu gak semudah menebak pikiran orang yang sewarga negara ma kita , mereka benar benar berbeda dan kita gak tau apa yang mereka pikirin . Susah bagi kita menebak pikiran mereka dan dari situ kita gak tau apa yang mereka inginkan , yang mereka rencanakan . Untuk bisa menjembatani itu semua , antara kamu dengan mereka adalah bahasa . Kita mesti menyadari secara penuh perselisihan dalam dunia kerja seperti ini khususnya di luar negeri , faktor utamanya adalah ” missed komunikasi ” , kita susah beradaptasi karena hal ini , kita gak tau orang itu seperti apa juga karena hal ini , makanya aku sebut ” By language we are master the world ” , kelihatannya mungkin sepele , tapi itu penting . ”
” Memang banyak yang bilang kalau yang penting kerjaan beres , soal bahasa gak penting ”
” Ha ha ha semuanya berurutan li , gak bisa berdiri sendiri ”
” Saran terakhir mas !!! ”
” Kamu ini ngomong kayak gitu seolah kita gak bertemu lagi , aku gak bisa kasih saran li . Paling paling kalaupun aku kasih saran itu cuman pengulangan kata yang udah ada and tentunya kamu juga udah sering dengerinya . Aku sendiri juga takut kalau ngasih saran ke orang lain tapi akunya masih gak bener , itu seperti pengecut bagiku . Oh iya li satu lagi , sebenarnya semua ini ,…. pengeluaran kamu ini sudah di rencanakan dari awal oleh mereka “
” Iya mas , aku merasakannya . Licik banget ya … ”
” Yach ,… seperti itulah panggung drama. Mau menghindar juga gak nyelesein masalah , mau gak mau kita mesti ngadepinya , asal kita sendiri juga jangan kayak pengecut . Suka bikin masalah tapi takut ma masalah itu sendiri . Kita datang ke sini sebagai ksatria , kita gak suka bikin masalah tapi gak takut ma masalah “
” Ya udah kalau gitu mas , aku pamitan dulu ,… semoga dapat kerjaan di daerah sini sini aja , jadi deketan terus kita bisa gampang ketemuan . Oh iya mas satu lagi kenapa sampeyan bertahan di sini sejauh ini ?? “
” Hayyyyah , banyak lah alasanya … kalau aku ceritain sekarang , ntar kamu gak bakal nelpon aku lagi dan lagi aku akan nyeritain itu semua setelah kamu dapet kerjaan baru OK ?? “
Dan ,… jabatan kedua tangan . Saat saat untuk perpisahan . Haahhhh saya sendiri tidak habis pikir kenapa harus ada yang seperti ini , memang benar kehidupan ini serasa berat tapi juga bukan berarti mesti melepaskan beban itu . Seberat apapun itu mesti di panggul . Mungkin kita bisa bersenyum menghadapi itu semua karena senyum adalah cara terbaik menghadapi masalah dan diam cara terbaik menghindarinya tapi hanya senyum saja tak cukup efisien menyelesaikan masalah dan menghindar dari masalah bukan berarti lepas darinya , hanya menundanya saja . Sepertinya dia akan mobat mabit menghadapi semua ini , tidaklah cukup mudah mencari pekerjaan di negeri orang . Tanpa penguasaan bahasa dan kurangnya informasi lokasi yang akan di tuju ,.. itu akan menjadi masalah yang akan di hadapi nanti . Yach ,… entahlah selamat berjuang kawan , selamat jalan .
Sampai detik ini , perusahaan tempat saya bekerja ini belum berkeinginan untuk menjajal tenaga kerja asal negara lain terkecuali Indonesia . Sebelumnya memang pernah sekali memakai tenaga kerja asal China dan Vietnam , hasilnya sama sekali tidak memuaskan . Tenaga kerja asal Vietnam hanya mampu bertahan kurang dari 1 tahun , sedangkan asal China hanya 1 bulan . Itupun meninggalkan pengalaman pahit bagi Hyundai Electric Wire .Co.Ltd ini .
menginginkan nasibnya menjadi orang susah . Sama halnya dengan calon TKI , mereka juga tidak menginginkan hidup susah , tidak menginginkan menjadi TKI ilegal nantinya di luar negeri . Tapi kenapa pada kenyataanya jumlah TKI ilegal bukannya berkurang tapi malah sebaliknya ? apakah mereka calon TKI yang menginginkan hal itu ? Lantas kenapa semuanya bisa terjadi ?
memandang sebelah mata ” TKI . Seringnya saya menjumpai pembicaraan yang mengesankan bahwa dengan menjadi TKI adalah lahan penganiayaan , pekerjaan terpaksa bagi orang berpendidikan rendahan , buruh bawahan penggadai keluarga , pelampiasan orang orang yang prustasi dengan malasnya mencari pekerjaan di negeri sendiri , dan masih banyak lagi. Bahkan saya sendiri pernah terlibat langsung dalam pembicaraan mengenai topik TKI , diantaranya ada yang mengatakan ” gak kapok kapoknya para TKW di siksa di sana , di perkosa , di gaji apa adanya . Masih ada saja yang mau kerja di luar negeri, kayak gak ada kerjaan di negeri Indonesia tercinta ini , di Indonesia masih banyak kerjaan melimpah, malasnya mereka aja nyari pekerjaan. Maunya pendidikan pas pas an minta gaji melimpah ” . Dari awal pembicaraan saya hanya menyaring setiap perkataan mereka , tapi rasa rasanya terlalu pengecut bagi saya kalau hanya diam saja , toh saya mantan TKI waktu itu, hanya saja mereka belum mengetahuinya . Saya hanya angkat sedikit kata saja ” Apa sampeyan siap memberikan pekerjaan untuk mereka ? , gak usah gaji yang banyak lah , cukup UMR saja udah cukup. Gak usah banyak banyak dari mereka yang sampeyan tampung, cukup 2 saja apa sampeyan sanggup ? itu paling tidak mengurangi jumlah mereka. kita belum cukup tau seberapa besar kebutuhan mereka . Aku rasa kita boleh tidak suka , tapi kalau bisa gak usah pakai menghina , toh mereka gak merugikan kita kan ? ” .Sampai akhir pembicaraan mereka memang tidak tau kalau saya pernah masuk di dunia TKI tersebut.

About





